Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRL Yogyakarta Solo Andalkan Pasokan Listrik dari PLN

PLN memasok kebutuhan listrik dari KRL Yogyakarta Solo sekaligus mendorong penggunaan energi bersih.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  14:00 WIB
Ilustrasi KRL. Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Ilustrasi KRL. Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PLN memenuhi kebutuhan listrik untuk operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta Solo. Hal ini merupakan komitmen PLN dalam mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan sekaligus mendukung infrastruktur strategis dan fasilitas umum yang melayani masyarakat.

Beroperasinya KRL Yogyakarta Solo berbasis energi listrik ini akan menggantikan operasional kereta api terdahulu  yaitu Prambanan Ekspres atau Prameks. KRL Yogyakarta Solo diharapkan dapat mendukung pariwisata dengan transportasi umum massal yang lebih ramah lingkungan.

“Ini merupakan komitmen PLN untuk terus mendukung penggunaan energi bersih. Dengan peralihan dari diesel ke energi listrik, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih green,” tutur Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi melalui siaran pers, Kamis (18/2/2021).

PLN melayani PT Kereta Api Indonesia Commuter untuk operasional KRL Yogyakarta Solo dengan daya 44.320 kiloVolt Ampere (kVA). Kebutuhan listrik tersebut digunakan untuk kebutuhan listrik traksi kereta yang melintasi Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solo Balapan dengan jarak kurang lebih 60 kilometer.

KRL Yogyakarta Solo memiliki 20 perjalanan KRL yang setiap harinya beroperasi di lintas Yogyakarta –Solo PP. Waktu tempuh perjalanan KRL ini rata-rata sekitar 68 menit, ini lebih cepat waktunya dibandingkan perjalanan KA Prameks terdahulu dengan waktu tempuh rata-rata selama 75 menit dengan pemberhentian di tujuh stasiun.

Dalam jumlah kapasitas pengguna, setiap perjalanan KRL lebih banyak dalam melayani penggunanya. Dengan jumlah empat kereta di setiap satu rangkaian kereta, KRL pada masa normal dapat melayani 1.600 orang dalam satu kali perjalanan.  Namun dalam masa pandemi ini, KAI Commuter mengatur kapasitas pengguna sebanyak 74 orang per kereta.

Kecepatan maksimal perjalanan KRL ini bisa mencapai 90 km/jam. Sedangkan kecepatan maksimal perjalanan KA Prameks secepat 78-80 km/jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN krl
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top