Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Kenapa Lays dan Cheetos Berhenti Produksi

Berhentinya produksi Lays dan Cheetos selama tiga tahun ke depan memancing repons sekaligus pertanyaan dari warganet. Adapun begini cerita pergi untuk sementara dua makanan ringan tersebut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  12:17 WIB
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA - Buntut pecah kongsi PepsiCo dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) pecah kongsi adalah makanan ringan Lays, Cheetos, dan Doritos pamit sementara hingga 2024. Hal ini pun kemudian memancing respons warganet. 

Lays dan Cheetos pun menjadi salah satu trending topic. Hingga berita ini diturunkan, kata Lays telah disebut lebih dari 28.000 kali di Twitter, sedangkan Cheetos lebih dari 14.000 kali. 

Berdasarkan pantauan Bisnis, Warganet menyuarakan kekecewaan makanan ringan favorit mereka harus berhenti produksi. 

"Gua gak rela banget kalo lays sampe beneran berhenti produksi," tulis akun @monstcks, Kamis (18/2/2021).

Adapun hengkang sementara Lays, Cheetos, dan Doritos dilakukan setelah PepsiCo Inc. dan ICBP pecah kongsi. Pasalnya ICBP telah menuntaskan pembelian seluruh saham Fritolay Netherlands Holding B.V. (Fritolay) selaku afiliasi PepsiCo Inc. di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) pada Rabu (17/2/2021).

Setelah transaksi tersebut, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo. IFL akan menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo dalam waktu 6 bulan terhitung sejak tanggal dilakukan transaksi.

Fritolay, PepsiCo, dan/atau pihak afiliasi lainnya pun tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun sejak berakhirnya masa transisi.

Dalam keterangan resmi, PepsiCo menyampaikan persetujuan atas penjualan saham minoritasnya di PT IFL oleh ICBP. 

IFL merupakan perusahaan patungan antara PepsiCo dengan ICBP yang kemitraannya telah berlangsung selama 30 tahun terakhir. 

“IFL akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk PepsiCo di Indonesia pada Agustus 2021,” tulis PepsiCo., Selasa (17/2/2021).

Kendati tidak dapat bersaing dengan IFL selama tiga tahun sejak Agustus 2021, PepsiCo menilai Indonesia memiliki prospek industri makanan ringan yang kuat dan akan terus menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan perseroan.

Ke depannya, PepsiCo akan terus menawarkan produk Quaker Oat di Indonesia dan berharap bisa kembali dengan produk lain seperti Lays, Doritos, dan Cheetos.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood pepsico inc
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top