Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Himperra : Mafia Tanah Rumah Bersubsidi, Kami Bisa Atasi!

Mafia tanah yang kerap kali terjadi ini sebagian besar mengincar tanah yang nilainya tinggi di atas Rp1 juta per meter persegi. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  17:27 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil (kanan) berjabat tangan usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kasus mafia tanah di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/3). - Antara/Reno Esnir
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil (kanan) berjabat tangan usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kasus mafia tanah di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/3). - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA — Praktik mafia tanah disebut tak banyak mengincar proyek rumah bersubsidi. 

Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja mengatakan bahwa mafia tanah yang kerap kali terjadi ini sebagian besar mengincar tanah yang nilainya tinggi di atas Rp1 juta per meter persegi. 

"Untuk proyek rumah subsidi, tak begitu banyak mafia tanah," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (17/2/2021). 

Menurutnya, kalau pun ada mafia di pembebasan tanah untuk proyek subsidi atau nilai tanah antara Rp150.000 hingga Rp300.000 per meter ini ini dapat diatasi. 

"Mafia tanah untuk rumah subsidi, kami bisa atasi," ucapnya. 

Endang berharap pemerintah dapat memberantas mafia tanah. Lalu adanya sertifikasi elektronik nantinya tak ada lagi mafia tanah. 

Sementara itu, Managing Director Strategic Business & Services PT Sinar Mas Land Alim Gunadi enggan berkomentar terkait dengan mafia tanah. 

Sebelumnya, beberapa pekan terakhir kasus mafia tanah kembali mencuat. Rumah Ibunda dari Dino Patti Djalal, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi korban dari mafia tanah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah bersubsidi mafia tanah
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top