Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Low Season, Garuda (GIAA) Genjot Kinerja Kargo

Garuda Indonesia menggenjot kinerja angkutan kargo udara guna mengantisipasi low season bagi industri maskapai.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  16:03 WIB
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) menilai periode low season menjadi momentum untuk menggenjot kinerja pendapatan dari lini kargo yang saat ini justru kinerjanya mulai pulih mendekati pada 2019.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan setelah pada periode puncak akhir tahun lalu, kuartal I/2021 memang menjadi periode low season bagi maskapai. Saat ini, kata Irfan penting untuk melakukan monitor terhadap keinginan publik untuk terbang dengan protokol kesehatan, serta kebijakan pemerintah dalam upaya menghentikan Covid-19.

“Biasa ya kuartal I/2021 itu low season. Memang ada penurunan penumpang, Kami mitigasi dengan akselerasi ke kargo. Manado ke Narita, Padang ke Guangzhou, Makassar ke Singapura dan Bali ke Hongkong. Banyak rute-rute kerjasama yang kami jalin,” ujarnya, Selasa (16/2/2021).

Pada November 2020 lalu, maskapai dengan jenis layanan medium tersebut berhasil menembus jumlah rekor dengan jumlah mencapai 1,043 juta penumpang yang meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan pada masa awal pandemi. Pada awal pandemi, sambungnya, perseroan hanya dapat mengangkut sekitar 30.000 penumpang.

Tak hanya dari penumpang, bisnis angkutan kargo pada November 2020 lalu juga ikut positif. Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020 Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20 persen dari awal kuartal IV/2020, menjadi 24,6 ribu ton angkutan kargo.

Bahkan, lanjutnya, diskusi dengan banyak pihak terkait terus berjalan untuk membuka jalur-jalur lainnya dari pusat-pusat ekspor wilayah timur seperti Papua dan Ambon. Garuda Indonesia telah mengangkut produk ekspor pertanian dari Padang sebanyak 33 ton komoditas buah Manggis ke Guangzhou, China. Pengangkutan produk ekspor tersebut dilayani dengan penerbangan charter khusus rute Padang–Guangzhou yang dioperasikan oleh armada A330-300 dengan daya angkut mencapai 40 ton setiap penerbangannya.

Selain memaksimalkan pengiriman kargo melalui pemanfaatan kompartemen penumpang maskapai pelat merah teRsebut juga mengoptimalkan jaringan penerbangan kargo dalam mendukung aktivitas direct call komoditas ekspor unggulan nasional di Indonesia Timur dengan membuka penerbangan khusus kargo Makassar–Singapura, Denpasar–Hongkong dan Manado–Narita yang dilayani sebanyak 1 kali per minggu dengan Airbus A330.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mensyukuri bahwa maskapai nasional masih dapat bertahan hidup tanpa harus dipailitkan seperti yang terjadi kepada maskapai global lainnya yakni Thai Airways. Dalam kondisi saat ini, Kementerian BUMN bersama dengan direksi dan komisaris yang ada di Garuda melakukan kajian terhadap biaya penyewaan pesawat yang terlalu mahal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top