Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Target Pendanaan Pembebasan Lahan LMAN Tahun Ini Anjlok

Berdasarkan data LMAN, target pendanaan pembebasan lahan sepanjang 2021 lebih rendah 44,25 persen dari Rp19,95 triliun (2020) menjadi Rp11,12 triliun.
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Target pendanaan pembebasan lahan Lembaga Aset Manajemen Negara (LMAN) pada 2021 akan menjadi yang terendah setelah realisasi anggaran 2017.

Berdasarkan data LMAN, target pendanaan pembebasan lahan sepanjang 2021 lebih rendah 44,25 persen dari Rp19,95 triliun (2020) menjadi Rp11,12 triliun. Adapun, target tersebut tetap lebih rendah dari realisasi tahun anggaran 2017, yakni senilai Rp11,72 triliun.

Selain itu, target jumlah pembebasan lahan pada proyek strategis nasional (PSN)pun lebih rendah 12,5 persen menjadi 77 proyek pada tahun ini. Secara terperinci, LMAN akan mendanai 45 PSN jalan tol, 26 PSN bendungan, dan 6 PSN irigasi.

"Pengadaan tanah pada 45 ruas jalan tol ini [merupakan proyek] yang sudah berjalan, begitu pun bendungan dan irigasi," katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Qoswara mendata pendanaan untuk pembebasan lahan PSN jalan tol masih akan mendominasi hingga 53,33 persen dari total anggaran atau Rp5,93 triliun. Dengan kata lain, secara rata-rata setiap ruas tol akan mendapatkan dana pembebasan tanah sekitar Rp131,84 miliar.

Sementara itu, dana pembebasan lahan untuk 26 bendungan dianggarkan hingga Rp4,68 triliun. Adapun, dana pembebasan lahan untuk proyek irigasi mencapai Rp504,32 miliar.

Di sisi lain, Qoswara menyampaikan pihaknya memiliki tiga strategi dalam mempercepat pendanaan  pengadaan lahan PSN 2021.

Pertama, pembinaan pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan tanah. Qoswara menilai hal tersebut penting untuk mempercepat pendalaman dokumen-dokumen terkait pengadaan tanah.

Kedua, pertemuan bulanan dengan pemangku kepentingan. Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menghasilkan sudut pandang baru agar serapan anggaran pembebasan lahan bisa lebih cepat.

"Intinya adalah mengetahui berapa rencana penyerapan, kenapa [anggaran] tidak terserap, dan mencari solusi bottleneck [penyerapan anggaran pembebasan tanah]," ucapnya.

Ketiga, piloting aplikasi untuk mempermudah pekerjaan pembebasan lahan. Qoswara berujar bahwa piloting aplikasi tersebut akan dilakukan pada pembebasan lahan di proyek pelabuhan dan kereta api.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Andi M. Arief
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper