Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Meledak di Udara? KNKT Ungkap Buktinya

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan soal bukti temuan Sriwijaya Air SJ-182 yang sempat diisukan meledak di udara.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 03 Februari 2021  |  15:48 WIB
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Meledak di Udara? KNKT Ungkap Buktinya
Tim patroli laut Bea Cukai dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Priok turut melakukan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di sekitaran perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/01). - Humas Bea Cukai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan bahwa isu soal pesawat Sriwijaya Air SJ-182 meledak di udara tidak benar.

Hal tersebut disampaikan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat menjelaskan hasil investigasi hilang kontaknya pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (3/2/2021).

Dia menyebut, berdasarkan data dari Tim SAR gabungan, puing tersebar di wilayah seluas 80 meter dan panjang 110 meter pada kedalaman laut 16-23 meter.

"Beberapa bagian pesawat telah ditemukan berupa beberapa instrumen pesawat dari ruang kemudi, beberapa bagian dari roda pendarat utama, bagian dari sayap, bagian dari mesin, bagian dari kabin penumpang, dan bagian dari ekor," ujarnya.

Bagian-bagian ini, jelas Soerjanto, mewakili seluruh bagian pesawat dari depan hingga belakang. Luas sebaran yang ditemukan dari bagian-bagian ini juga konsisten dengan bukti bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air.

"Jadi ada yang mengatakan pesawat pecah di atas udara itu tidak benar. Pesawat secara utuh sampai membentur air, tidak ada pecah di udara," tegasnya.

Dia menambahkan bukti lainnya adalah temuan pada turbin pesawat yang menunjukkan konsistensi bahwa mesin masih dalam keadaan hidup sebelum pesawat membentur air. Saat mengalami benturan (impact) dengan air, mesin masih berputar.

Sebelumnya, Soerjanto juga menyebut bahwa mesin pesawat masih menyala hingga sesaat sebelum membentur air. Pasalnya, berdasarkan temuan awal data Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), diketahui sistem SJ-182 masih memancarkan data yang menunjukkan pesawat berada di ketinggian 250 kaki dari permukaan laut pada pukul 14.00 WIB.

"Terekamnya data sampai dengan 250 kaki ini mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirimkan data," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top