Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral China Kuras Dana dari Sistem Perbankan

Bank Rakyat China (PBOC) menarik bersih 80 miliar yuan (US$ 12 miliar) likuiditas hari ini. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran investor bahwa otoritas menaikkan suku bunga pasar uang sebagai cara pengetatan kebijakan moneter.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Februari 2021  |  12:12 WIB
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing -  Bloomber / Qilai Shen
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing - Bloomber / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - China menguras dana dari sistem keuangan setelah biaya utama pinjaman jangka pendek jatuh dari level tertinggi sejak 2015, menunjukkan para pejabat tetap waspada terhadap ekses likuiditas.

Bank Rakyat China (PBOC) menarik bersih 80 miliar yuan (US$12 miliar) likuiditas hari ini. Bank sentral menawarkan 100 miliar yuan dana tujuh hari bahkan ketika surat berharga senilai 180 miliar yuan jatuh tempo. Itu berarti surat berharga senilai 480 miliar yuan akan jatuh tempo sebelum liburan Tahun Baru Imlek dimulai minggu depan.

Suku bunga repo semalam turun 39 basis poin menjadi 1,84 persen, sejalan ke level terendah sejak 15 Januari. Suku bunga melonjak menjadi 3,3433 perwen bulan lalu, melampaui imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun.

Keputusan PBOC untuk menarik uang tunai pada Januari mengguncang pasar keuangan China, mengerek biaya pinjaman antar bank semalam ke level tertinggi dalam hampir enam tahun.

Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran investor bahwa otoritas menaikkan suku bunga pasar uang sebagai cara pengetatan kebijakan moneter untuk menghilangkan spekulasi di perumahan, saham dan obligasi. Bank sentral telah menambah pendanaan sejak itu.

The Securities Times, surat kabar resmi milik PBOC menerbitkan komentar yang mengatakan operasi pasar terbuka bank sentral baru-baru ini adalah tanda pihaknya berusaha untuk menjaga likuiditas ketat seimbang untuk mencegah risiko yang berasal dari leverage.

Media pemerintah pekan lalu menerbitkan komentar terkemuka yang secara efektif memberi tahu orang-orang untuk tidak khawatir tentang ketersediaan dana.

"PBOC telah memantau dengan cermat harga aset, seperti di pasar saham," kata Ming Ming, kepala penelitian pendapatan tetap di Citic Securities Co, dilansir Bloomberg, Rabu (3/2/2021).

"Kondisi likuiditas jelas-jelas telah berubah setelah suntikan sejak Jumat lalu," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa suntikan likuiditas jangka menengah yang tidak terjadwal sebelum liburan kini lebih kecil kemungkinannya daripada beberapa hari yang lalu, dan bank sentral malah diharapkan menawarkan dana bersih 300 miliar yuan hingga 500 miliar yuan dalam minggu mendatang.

Hal yang menambah kekhawatiran investor adalah meningkatnya pendanaan perbankan karena periode liburan, yang dimulai 11 Februari. Itu karena orang-orang di seluruh negeri akan menghabiskan banyak uang untuk hadiah dan perjalanan, meskipun perayaan akan diredam karena pandemi virus.

Menurut laporan Bloomberg Intelligence oleh ahli strategi termasuk Stephen Chiu, PBOC perlu menyediakan lebih dari 1,5 triliun yuan likuiditas untuk menstabilkan pasar uang di sekitar jeda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china pboc bank sentral china

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top