Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konstruksi Terminal Multifungsi Wae Kelambu Telah Mencapai 86 Persen

Dermaga terminal multifungsi Wae Kelambu memiliki ukuran 120 x 20 meter, sedangkan ukuran trestle terminal tersebut berukuran 60 x 12 meter.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 03 Februari 2021  |  16:43 WIB
Wisatawan mengabadikan matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Wisatawan mengabadikan matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA — PT Brantas Abipraya (persero) menyatakan bahwa pengerjaan konstruksi terminal multifungsi Wae Kelambu telah mencapai 86 persen dan ditargetkan rampung pada 2021.

General Manager Divisi Operasi 3 Abipraya Dodi Perbawanto mengatakan bahwa terminal tersebut akan menjadi tempat bongkat muat kontainer dan kargo. Alhasil, aktivitas pariwisata dan bongkarmuat  peti kemasi di Pelabuhan Labuan Bajo akan terpisah.

"Kami akan kejar terus pengerjaannya agar dapat rampung tepat waktu dan memberi wajah baru bagi Pelabuhan Labuan Bajo," katanya melalui keterangan resmi, Rabu (3/2/2021).

Dermaga terminal multifungsi Wae Kelambu memiliki ukuran 120 x 20 meter, sedangkan ukuran trestle terminal tersebut berukuran 60 x 12 meter.

Sementara itu, perkembangan konstruksi causeway sepanjang 690 meter telah mencapai 82 persen.

Selain itu, pengerjaan reklamasi lahan seluas 3 hektare telah mencapai 96 persen.

Dodi mengatakan bahwa pelabuhan tersebut akan diarahkan untuk kegiatan lintas logistik, bongkat muat kontainer, kargo, dan curahan air. Dengan demikian, terminal tersebut akan merevitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo dan mengkhususkan kapal wisata dan penumpang ke depannya.

Abipraya bertanggung jawab atas dua proyek pendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo,  yakni pembangunan terminal multiguna Wae Kelambu dan penataan kawasan strategis nasional di kawasan Pantai Marina, Bukit Pramuka. Kedua proyek ini telah dikunjungi langsung oleh Presiden Jokowi pada 1 Oktober 2020.

Adapun, untuk proyek penataan KSPN di kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka akan memakan waktu hingga 15 bulan sehingga ditargetkan selesai pada Desember 2021.

Proyek ini merupakan salah satu pekerjaan yang akan mewujudkan Labuan Bajo menjadi kota tepian air (waterfront city).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

labuan bajo
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top