Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resmi Diluncurkan, Vent-I Diharapkan Bantu Atasi Kekurangan Ventilator di RS

Vent-I telah lulus uji klinis Universitas Padjadjaran dan lulus uji produk Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  00:17 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Bojonegoro dan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan Rachmad Gobel meresmikan peluncuran Vent-I Essential 3.5, di PHC Indonesia, Selasa (26/1/2020) - dok. Panasonic
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Bojonegoro dan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan Rachmad Gobel meresmikan peluncuran Vent-I Essential 3.5, di PHC Indonesia, Selasa (26/1/2020) - dok. Panasonic

Bisnis.com, JAKARTA - PT Panasonic Health Care (PHC) Indonesia bekerjasama dengan PT Rekacipta Inovasi ITB meluncurkan produk ventilator jenis CPAP (Continuous Positive Airways Pressure) bernama Vent-I Essential 3.5 pada Selasa (26/1/2021).  

Produk ventilator karya anak bangsa bertaraf internasional itu diharapkan dapat berkontribusi dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Tanah Air. 

Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan, Vent-I merupakan bentuk nyata perjalanan hilirisasi inovasi yang melibatkan semua elemen, baik peneliti, institusi pendidikan, lembaga masyarakat, pemerintah, donatur, produsen, distributor, dan masyarakat. 

"Ini momen membanggakan, karena biasanya selama ini untuk menghadirkan hilirisasi inovasi itu sangat berat, mengingat besarnya gap antara dunia penelitian dan industri. Tapi sore ini kita saksikan upaya itu membuahkan hasil," ujarnya di sela peluncuran Vent-I di Cikarang, Selasa (26/1/2021).

Menurutnya, produk tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit rumah sakit di Tanah Air yang kekurangan ventilator sehingga menjadi lebih maksimal dalam upaya penanganan Pandemi Covid-19.

Pihaknya pun optimistis produk ventilator  produksi dalam negeri ini akan dapat diterima pasar dengan sangat baik, karena merupakan hasil produksi perusahaan pionir alat-alat kesehatan berbasis elektronika yang terkemuka di Tanah Air. 

Selain itu, saat ini produk tersebut juga telah lulus uji klinis Universitas Padjadjaran dan lulus uji produk Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes.

"Sekarang tinggal terus meningkatkan trust dari user yakni para dokter-dokter yang selama ini lebih banyak menggunakan produk impor. Dan dari sisi perusahaan juga harus komitmen untuk menjaga keterjaminan suplai dan after sales-nya" ujarnya.

Menurutnya, apabila produk ini dapat dipakai menyeluruh di Tanah Air maka akan mengurangi ketergantungan barang impor, sehingga secara perekonomian juga akan sangat membantu pemerintah. 

"Karena seperti kita tahu, saat ini hampir 90 persen alat kesehatan di Indonesia adalah impor. Kalau ventilator ini bisa swasembada, maka akan sangat membantu perekonomian bangsa," ujarnya.

Rachmat Gobel, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan menilai kehadiran Vent-I menunjukkan kemampuan anak bangsa melahirkan berbagai produk dengan kualitas internasional.

Menurutnya, semangat sinergi antara stakeholder seperti ini harus terus didorong. Pasalnya, jika pola kerjasama ini bisa dikembangkan secara lebih luas, sektor industri Tanah Air akan mampu berkembang pesat. 

"DPR sebagai mitra kerja pemerintah sangat mendukung berkembangnya sinergi triple helix (kampus /intelektual, pelaku bisnis dan pemerintah dalam rangka melahirkan berbagai inovasi," ujarnya.

Gobel menilai, untuk menang bersaing di pasar global, tidak bisa lagi mengandalkan keunggulan sumber daya alam, seiring semakin ketatnya persaingan yang mengharuskan untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan kemampuan melakukan inovasi.  

"Implementasi kebijakan pemerintah untuk mengedepankan produk anak bangsa melalui pendekatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) harus betul-betul bisa dijalankan serius, sebagai wujud semangat bangga buatan bangsa Indonesia," tuturnya. 

Direktur PT Rekacipta Inovasi ITB (RII), Alam Indrawan menerangkan, produk ini merupakan varian terbaru dari Vent-1, yang memiliki kualitas tinggi dengan standar internasional. 

"Ventilator CPAP Vent-I merupakan alat medis karya anak bangsa yang didesain untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien Covid-19 yang berada pada fase 2, dimana pasien masih bisa bernafas sendiri meskipun saturasi oksigennya rendah," ujarnya.

Direktur PHC Indonesia, Dewanto Hari Sulaksono menyatakan, ventilator ini mampu meningkatkan saturasi oksigen dengan memberikan masukan oksigen ke pasien dengan fraksi oksigen lebih dari 50 persen secara terus menerus dengan tekanan terukur.

Dia menegaskan, ventilator ini juga telah memenuhi standar  internasional untuk alat kesehatan, yaitu International Electronical Commission (IEC 60601) dan standar persyaratan ventilator (IEC80601), standar kompatibilitas elektromagnetik (Electro Magnetic Compatibility/ EMC) EN55011 - CISPR 11.

"Penggunaan TKDN sudah mencapai 43 persen dengan kapasitas produksi mencapai 37,500 unit per tahun  atau rata-rata 3,300 unit/ bulan," ujarnya.  

Adapun pemasaran Vent-I Ventilator Indonesia akan ditangani konsorsium PT Rekacipta Inovasi ITB (RII), PT Layani Nahdlatul Utama (LNU) dan Mahkota Power International (MPI).

Serta akan didistribusikan PT Gobel Dharma Nusantara (GDN) yang mempunyai jaringan distribusi dan pelayanan purna jual di seluruh Indonesia, dengan target awal secara bertahap terjual hingga kisaran 10.000 unit setahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenristek Covid-19 Ventilator
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top