Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Shanghai Tambah Regulasi untuk Dinginkan Pasar Properti

Pemerintah Kota Shanghai di China menerbutkan regulasi baru untuk menahan laju pembelian properti di wilayah tersebut. Rumah untuk lelang pengadilan sekarang termasuk dalam kebijakan pembatasan pembelian.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  14:06 WIB
Wajah properti Shanghai, China./Bloomberg - Qilai Shen
Wajah properti Shanghai, China./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Shanghai memperluas cakupan pembatasan pembelian dan mengekang pinjaman yang memfasilitasi transaksi sebagai upaya baru untuk mengendalikan hiruk-pikuk pembelian properti di kota itu.

Pembatasan terbaru datang di atas aturan yang diumumkan oleh pusat keuangan China pekan lalu setelah penjualan berdasarkan volume mencapai level tertinggi hampir 4 tahun.

Rumah untuk lelang pengadilan sekarang termasuk dalam kebijakan pembatasan pembelian, di mana penawar yang berpartisipasi dalam tindakan tersebut harus memastikan bahwa mereka memenuhi syarat untuk membeli rumah di kota, pengadilan Shanghai mengatakan dalam pemberitahuan di platform lelang umum kota pada Senin (25/1/2021).

Penjualan rumah semacam itu, yang menyumbang kurang dari 1 persen dari keseluruhan transaksi properti rumah di Shanghai, selalu dibeli oleh individu yang ingin melewati batas kepemilikan, kata Lu Wenxi, analis dari agen properti Centaline.

Secara terpisah, Bank Industri dan Komersial China menghentikan pemberian pinjaman yang digunakan dalam pembayaran pajak dan biaya dalam transaksi properti residensial, media pemerintah Securities Times melaporkan.

Penangguhan itu bertujuan memperlambat laju transaksi perumahan dan mengendalikan sentimen pasar, kata Centaline Lu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti shanghai

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top