Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sandiaga Bakal Berkantor di Bali untuk Kejar Pemulihan Pariwisata

Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Bali akan menyentuh level minus 8,5-9,5 persen pada tahun lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  16:10 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno  -  Youtube : Sekretariat Presiden RI
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno - Youtube : Sekretariat Presiden RI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berencana berkantor di Bali untuk mengejar pemulihan ekonomi di Pulau Dewata.

Rencananya, ia akan menyambangi Bali secara rutin dan menetap dalam 3-4 hari tiap bulan.

“Berkantor di Bali paling tidak sebulan sekali beberapa hari, ini berkantor beaer ya, bukan berkunjung, tapi berkantor,” katanya, dilansir dari tempo.co, Minggu (24/1/2021).

Menurutnya, dengan berkantor di Bali, dia akan merasakan langsung dampak anjloknya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap perekonomian masyarakat. Saat ini, 80 persen masyarakat Bali menggantungkan pekerjaannya di 2 sektor tersebut.

Dia berharap,rencana ini bakal menelurkan kebijakan-kebijakan yang lebih tepat sasaran dan tepat waktu. Keinginan berkantor di Bali, kata Sandiaga, juga menjadi bentuk perhatian terhadap krisis yang dirasakan oleh penduduk setempat.

Sandiaga menyebut rencananya berkantor di Bali sedang dirembuk bersama jajaran Kementerian. Setelah terealisasi, ia akan membuka diskusi di Pulau Dewata secara berkala bersama pelaku usaha dan pemerhati sosial setempat.

“Inisiatif seperti ini [berkantor di daerah] sedang kita jalankan,” ucapnya.

Kendati demikian, Sandiaga belum menjelaskan sampai berapa lama program berkantor di Bali itu akan dilaksanakan. Tetapi dia berharap pariwisata Bali akan cepat bangkit.

Pertumbuhan ekonomi Bali hingga kuartal III 2020 tercatat mengalami kontraksi hingga 12,28 persen. Sepanjang 2020, Bank Indonesia telah memperkirakan ekonomi Bali akan menyentuh level minus 8,5-9,5 persen.

Ekonom senior dari Universitas Indonesia Faisal Basri sempat menyarankan pemerintah lebih agresif menangani anjloknya pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali akibat terpuruknya sektor pariwisata. Dia pun mengusulkan adanya pengumpulan dana pariwisata khusus atau dana darurat.

“Saya usulkan beberapa waktu lalu di International Tourism Outlook di Bali, ada tourism fund. Kita tabung dalam satu fund untuk dipakai tatkala sedang kesusahan,” kata Faisal.

Dana ini dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah gempuran krisis. Pelaku UMKM umumnya tidak memiliki akses pendanaan ketimbang hotel dan restoran yang memiliki jejaring internasional.

Selain pengumpulan dana, Faisal menyarankan pemerintah memperlakukan sektor wisata di Pulau Dewata secara khusus. Salah satunya terkait kebijakan lama waktu karantina bagi turis asing hingga rencana pembukaan travel bubble.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata sandiaga uno

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top