Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Mulus, Investasi Properti Diramal Melonjak Tajam

Colliers memperkirakan investor akan menjajaki semua jenis aset properti hingga proyek infrastruktur publik. Adapun sektor investasi yang bakal diminati untuk sektor properti yakni perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  23:37 WIB
Perkantoran dan properti komersial di Gangnam, Seoul, Korea Selatan./Bloomberg/Bloomberg - Seong Joon Cho
Perkantoran dan properti komersial di Gangnam, Seoul, Korea Selatan./Bloomberg/Bloomberg - Seong Joon Cho

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi global di sektor properti diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai 50 persen sepanjang tahun ini. Perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data menjadi jenis properti yang disukai investor.

Kepala Pasar Modal Global Colliers International Tony Horrell mengatakan investor optimistis adanya pasar yang akan rebound pada 2021.  Menurutnya, kepercayaan investor ini dipicu vaksinasi Covid-19 di berbagai negara. 

"Ini menjadi optimisme bagi kembali pulihnya dunia industri dan krisis ekonomi masyarakat di dunia," ujarnya dalam Laporan Colliers, Sabtu (23/1/2021). 

Menurutnya, lonjakan investasi di industri properti masih akan banyak diminati pada tahun ini. Meskipun hambatan pada industri properti yang terjadi selama ini juga masih tetap berlangsung.

Berdasarkan analisis Colliers, kami, investor masih banyak yang minat untuk berinvestasi di industri properti seiring dengan telah ditemukannya vaksin dan adanya stimulus yang diberikan pemerintah. 

Tingginya minat investasi ini juga disebabkan investor selalu ingin memutar arus modalnya untuk berinvestasi dan mengejar peluang setiap tahunnya.

Colliers memperkirakan investor akan menjajaki semua jenis aset properti hingga proyek infrastruktur publik. Adapun sektor investasi yang bakal diminati untuk sektor properti yakni perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data.

Untuk sektor perkantoran, kota-kota papan atas dunia masih menjadi target utama. Investor dengan modal internasional menganggap skala dan likuiditas sektor perkantoran di pusat komersial utama seperti New York, London dan Sydney masih menarik.

Lalu sektor logistik dan perumahan di mana juga menjadi pilihan utama investor. Permintaan yang tinggi untuk aset ini akan membutuhkan investor untuk memperluas fokus geografis dan membangun portofolio melalui platform usaha patungan dan kemitraan lokal.

Selain itu, adanya peluang untuk menggunakan kembali aset ritel dan perhotelan yang mengalami pengurangan harga atau diskon.Dia menilai meningkatnya permintaan untuk real estat alternatif seperti pusat data, kehidupan lansia, dan aset ilmu pengetahuan mencerminkan perubahan struktural yang lebih luas yang diperkuat oleh Covid-19

"Alternatif, platform, dan kemitraan memainkan peran yang lebih besar untuk investasi properti di tahun ini," kata Tony.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi properti
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top