Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Galakkan Perikanan Budidaya, KKP Gaet Perguruan Tinggi

Perikanan budidaya yang dikembangkan tidak hanya komoditas ikan air tawar tapi juga air payau, seperti udang vaname, kerapu, dan bawal.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  07:33 WIB
Suratman peternak ikan lele memberikan pakan ikan yang ia budidayakan di Bletengan, Copokosawit, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020).  - ANTARA
Suratman peternak ikan lele memberikan pakan ikan yang ia budidayakan di Bletengan, Copokosawit, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggalakkan sinergi dengan lintas sektor, terutama perguruan tinggi, untuk mengembangkan perikanan budidaya. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi sangat penting, khususnya untuk memperkuat riset dan inovasi teknologi di sektor kelautan perikanan.

Dengan memanfaatkan teknologi, jumlah produksi yang dihasilkan bisa lebih banyak, baik untuk komoditas perikanan dan juga pakan.

"Saya berharap pakan ini bisa dikembangkan antara pemerintah dan perguruan tinggi, sehingga potensi impor bahan baku pakan seperti tepung ikan, tepung kedelai dan tepung gandum tidak ada lagi," jelasnya dikutip dari keterangan resminya, Selasa (19/1/2021).

Perikanan budidaya yang dikembangkan tidak hanya komoditas ikan air tawar tapi juga air payau, seperti udang vaname, kerapu, dan bawal.

"Untuk itu baik di laut maupun di darat, kita akan gerakkan budidaya termasuk udang dan sebagainya," tambahnya.

Dia mengemukakan perikanan budidaya memiliki turunan ekonomi yang cukup banyak, seperti jual beli pakan, pembenihan hingga usaha pembesaran. Dengan demikian, perputaran ekonomi yang dihasilkan pun besar dan menciptakan peluang lapangan kerja untuk masyarakat.

"Tadi saya tanya bupati [Sleman], produksinya lebih 80.000 ton per tahun. Bayangkan kalau kali Rp15.000 saja, sudah berapa yang dihasilkan. Kalau ini bisa dikembangkan, turunannya, mulai dari soal pembibitan, pakan, dan lain sebagainya, tentu akan lebih besar lagi perputarannya," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp perikanan budidaya
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top