Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada SWF, AP I Masih Andalkan Kredit Sindikasi dan Obligasi

Angkasa Pura I masih mengandalkan kredit sindikasi dan obligasi sebagai sumber utama pendanaan proyek sembari mempelajari Sovereign Wealth Fund (SWF) milik pemerintah.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  14:11 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) tetap mencari mitra strategis guna mengelola bandara bidikan baru sembari mengkaji perkembangan sejumlah proyek bandara yang dapat diajukan kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) milik pemerintah.

VP Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan masih mengkaji dan memantau terlebih dahulu untuk menawarkan proyek yang masih dalam lingkup kelolaannya. Operator pelat merah tersebut menyebutkan masih mengandalkan obligasi dan kredit sindikasi dalam pendanaan proyek bandaranya.

“Untuk proyek-proyek bandara dalam kelolaan AP I kami sedang memonitor dan mempelajari terkait rencana pemerintah membentuk SWF. Sejauh ini kredit sindikasi dan obligasi masih menjadi sumber utama pendanaan proyek-proyek kami,” ujarnya, Selasa (19/1/2021).

Handy pun menjabarkan sejumlah program strategis dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) pada 2021 yakni menjadi pengelola Bandara Hang Nadim Batam. Bahkan untuk Bandara Hang Nadim Batam, perseroan telah resmi menyerahkan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan saat ini proses tender masih berlangsung. API masih optimistis memenangi tender tersebut.

Selain bandara Hang Nadim, perseroan juga bersama mitra strategis yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) tengah membangun Bandara Dhoho di Kediri.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan proyek tahap pertama yang akan diinvestasikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF kebanyakan berasal dari sektor infrastruktur.

Isa mengatakan pendanaan yang sudah dibicarakan dengan pada investor, di antaranya untuk proyek jalan tol, bandara, dan pelabuhan. Namun Isa tidak menjelaskan secara rinci ketiga proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan modal LPI sebesar Rp15 triliun dalam APBN 2020. Belum lama ini pemerintah merilis dua aturan untuk LPI, di antaranya Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2020 Tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi dan Peraturan Pemerintah No. 74/2020 Tentang Lembaga Pengelola Investasi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 74/2020, pemerintah masih akan menambah modal LPI hingga mencapai Rp75 triliun pada 2021. Isa mengatakan pemenuhan modal LPI pada 2021 tengah dibahas mekanismenya, salah satunya melalui APBN 2021.

"Bisa diambil dari APBN 2021, sedang dibahas alokasinya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura i
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top