Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terbesar di Asia Tenggara, Pusat Kontrol Manggarai Resmi Beroperasi

OCC Manggarai merupakan sistem centralized operation berupa CTS (Centralized Traffic Supervised) yang berguna untuk menyupervisi seluruh pergerakan kereta dan kesesuaian jadwal kereta antara planning dan actual di seluruh Daop 1 Jakarta.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  11:38 WIB
Penampakan Operation Control Centre (OCC) Manggarai. - istimewa
Penampakan Operation Control Centre (OCC) Manggarai. - istimewa

Bisnis.com, BANDUNG – Kementerian Perhubungan mulai mengoperasikan Operation Control Centre (OCC) Manggarai per 14 Januari 2021.

Pembangunan Operation Control Centre (OCC) Manggarai merupakan salah satu pekerjaan pada proyek APBN Double-Double Track (DDT) Paket A Fase 1, Manggarai-Jatinegara dari Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan. 

Pembangunan tersebut dipercayakan DJKA kepada PT Len Industri (Persero) dan PT Len Railway Systems (anak perusahaan) sebagai kontraktor pelaksana mengerjakan sistem persinyalan dalam proyek tersebut yang selanjutnya akan dioperasikan oleh PT KAI selaku operator. 

”Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DJKA Kementerian Perhubungan kepada Len. DJKA bersama Len dan LRS telah berhasil melakukan switch over OCC Manggarai dan resmi mulai beroperasi sejak tanggal 14 Januari 2021 pukul 00.00 WIB," kata Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, OCC tersebut menjadi yang terbesar sekaligus tercanggih di Asia Tenggara karena memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan menghubungkan berbagai sistem interlocking yang ada saat ini di Jakarta. 

OCC Manggarai merupakan sistem centralized operation berupa CTS (Centralized Traffic Supervised) yang berguna untuk menyupervisi seluruh pergerakan kereta dan kesesuaian jadwal kereta antara planning dan actual di seluruh Daop 1 Jakarta.

”Tentu saja ini berkat pengalaman panjang bersama Kementerian Perhubungan RI selama puluhan tahun dalam membangun dan mengembangkan perkeretaapian di Indonesia. Sekaligus sebagai bukti bahwa produk SiLVue milik Len memang tangguh dan setara dengan OCC paling populer di dunia. Dukungan pemerintah Indonesia juga akan sangat membantu PT Len Industri sebagai BUMN agar produk barunya dapat go global secepatnya,” ujarnya.

SiLVue kini sudah memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di atas 45 persen dan bahkan dapat mengintegrasikan berbagai jenis tipe interlocking dari luar negeri yang ada di Indonesia seperti SSI, K5B, SILSafe, Westrace dan iVPI.

Bobby menambahkan kemampuan desain dan integrasi sudah teruji sehingga pemerintah tidak akan bergantung kepada vendor luar negeri, walaupun ada beberapa perangkat yang masih menggunakan vendor dari luar negeri.

"Karena secara suku cadang sudah tersedia di Indonesia dan sistem aplikasi yang digunakan di OCC Manggarai adalah 100 persen buatan Indonesia karya anak bangsa yaitu CTC/CTS SiLVue," katanya.

Selain fleksibel, biaya perawatan selanjutnya akan relatif murah karena perangkat sudah menggunakan spesifikasi industrial. Dengan spesifikasi industrial tersebut, maka masa pakai perangkat bisa mencapai 10 tahun.

”Ada 3 komponen utama  dalam sebuah OCC, yaitu Server sebagai bagian sentral pengumpul data informasi seluruh stasiun, pengolah data dari stasiun dan workstation, serta pengirim data. Selanjutnya Client-Operator yang bisa melakukan supervisi dan pengendalian perjalanan kereta. Dan ketiga adalah Client-Wall Display, yang berupa layar besar berfungsi menampilkan indikasi secara menyeluruh dari semua stasiun yang berada di daerah operasi OCC terkait," kata Executive Vice President Engineering PT LRS Sjaikhunnas El Muttaqien.

OCC Manggarai merupakan salah satu OCC yang dibangun Kementerian Perhubungan RI dari 9 unit OCC yang harus ada di Pulau Jawa.

Enam unit di antaranya dipercayakan kepada PT Len Industri, yaitu Daop 1 Jakarta (Manggarai), Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 8 Surabaya, Daop 6 Yogyakarta (proses pembangunan), dan Daop 7 Madiun (proses pembangunan). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai kereta api Kemenhub
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top