Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bangkai Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Masih Jadi Misteri

Kemenko Marves masih mencari bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menggunakan KR ARA dengan kedalaman yang disisir sekitar 50-60 meter.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  12:39 WIB
Sejumlah penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). - Antara
Sejumlah penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) masih mencari bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menggunakan Kapal Riset (KR) ARA.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin mengatakan pencarian kali ini dilakukan di sektor IV, setelah sebelumnya difokuskan di sektor II. Kali ini pencarian juga diikuti oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin.

"Kami masih fokus dalam mencari dan mengidentifikasi objek di kedalaman. Nantinya objek yang terekam akan di data dan dilaporkan kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan [Basarnas]," ujarnya melalui siaran pers, Senin (18/1/2021).

Safri menjelaskan pada Minggu (18/1/2021), proses pencarian dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB dan langsung mengarah ke lokasi pencarian sekitar 90 menit dari titik sandar kapal di Pelabuhan Nizam Zachman. Waktu tempuh untuk sampai ke sektor IV memakan waktu satu jam. Sesampainya di titik lokasi pencarian, KR ARA langsung menggunakan High Resolution GPS (HR GPS), Side Scan Sonar, dan Multibeam Echosounder untuk menyisir titik pencarian di sektor IV yang sudah ditentukan. Kedalaman yang disisir sekitar 50-60 meter.

Bersama tim dari lembaga riset internasional Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) yang juga bekerja sama dengan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), pencarian dilakukan selama lima jam yang berfokus untuk mencari objek dari pesawat Sriwijaya SJ-182.

Pencarian KR ARA membuahkan beberapa hasil dengan menyisir dasar laut menggunakan HR GPS dan Multibeam Echosounder. Ditemukan beberapa indikasi objek yang terlacak dan terekam. Salah satu yang terekam adalah objek sepanjang 3 meter, dimana objek ini sudah di data untuk dilaporkan kepada Basarnas. Hasil pendataan ini, akan ditindaklanjuti dengan pencarian oleh Basarnas ke setiap lokasi yang sudah dilaporkan oleh KR ARA.

KR ARA menyelesaikan pencariannya pada pukul 11.57 WIB, karena adanya cuaca yang kembali memburuk. Pencarian ini akan dilanjutkan pada hari selanjutnya dengan tetap berkoordinasi bersama Basarnas.

"Proses pencarian akan kembali kita lakukan dengan tetap berkoordinasi dengan Basarnas. Apapun indikasi temuan kita akan selalu koordinasikan dengan Basarnas," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top