Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menilai pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tebu bisa mendukung implementasi program-program pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula.
Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen mendukung pembentukan badan tersebut, sebagaimana BPDP Sawit, karena merupakan hal positif. Sebenarnya rencana pembentukan BPDP Tebu sebenarnya sudah ada sejak lama digaungkan dengan harapan agar petani tebu bisa mendapatkan subsidi dari dana yang dikumpulkan dari lembaga tersebut.
"Ada banyak program yang baik untuk mewujudkan swasembada gula. Tapi, semua itu akan percuma jika tidak dikawal dengan baik," katanya, Sabtu (16/1/2021).
Dia menjelaskan konsep BPDP Tebu yakni industri (pabrik gula atau PG) yang melakukan impor raw sugar (gula mentah) dipungut dana dari jumlah volume raw sugar yang dilakukannya. Bahkan, dengan adanya BPDP Tebu diharapkan bisa menstabilkan harga gula di tingkat petani, tambahnya, dengan begitu petani dan industri bisa maju bersama.
Soemitro menuturkan kunci dari terwujudnya swasembada itu sebenarnya mudah, yakni meningkatkan produksi petani.
Senada dengan itu, Ketua Kelompok Tani Sido Luhur Maryono juga menyambut baik wacana pembentukan BPDP Tebu seperti BPDP Kelapa Sawit, sehingga bisa membenahi komoditas gula dari hulu atau budi daya hingga hilir atau industri.
Baca Juga
"Tapi, kalau bisa dibentuk payung hukumnya sekalian agar yang menjalankannya bisa secara maksimal," ujarnya.