Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cabai Rawit Diprediksi Bakal Jadi Penyumbang Inflasi Awal 2021

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2021 secara tahun kalender adalah sebesar 0,38 persen (year-to-date/ytd) dan secara tahunan sebesar 1,68 persen (year-on-year/yoy).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  18:50 WIB
Pedagang cabai rawit di Pasar Legi, Solo, Senin (20/3)./JIBI/SOLOPOS -  Sunaryo Haryo Bayu
Pedagang cabai rawit di Pasar Legi, Solo, Senin (20/3)./JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan perkembangan harga pada Januari 2021 akan mengalami inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu kedua bulan ini,

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2021 secara tahun kalender adalah sebesar 0,38 persen (year-to-date/ytd) dan secara tahunan sebesar 1,68 persen (year-on-year/yoy).

“Penyumbang utama inflasi yaitu cabai rawit sebesar 0,09 persen mtm, tempe, tahu mentah, dan cabai merah masing-masing sebesar 0,03 persen mtm,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melalui siaran pers, Jumat (15/1/2021).

Di samping itu, penyumbang inflasi lainnya adalah emas perhiasan dan tarif angkutan antarkota masing-masing sebesar 0,02 persen mtm, daging ayam ras, ikan kembung, ikan tongkol, kacang panjang dan nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,01 persen mtm.

Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada Januari 2021 diperkirakan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0,04 persen mtm dan bawang merah sebesar -0,01 persen mtm.

Erwin mengatakan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

BI juga akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi bps cabai rawit
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top