Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Target Penambahan Kapasitas Pembangkit EBT Tahun Ini 906 MW

Penambahan kapasitas terbesar berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yakni 557,93 MW.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  19:30 WIB
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan -  Bisnis / David E. Issetiabudi
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan - Bisnis / David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan kapasitas terpasang pembangkit berbasis energi baru terbarukan dapat mencapai 11.373 megawatt pada tahun ini.

Angka tersebut meningkat sekitar 906 MW dari realisasi kapasitas terpasang pada 2020 yang mencapai 10.467 MW.

"Tahun ini kami menargetkan ada tambahan 905,73 MW untuk pembangkit EBT [energi baru terbarukan]," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana dalam konferensi pers, Kamis (14/1/2021).

Penambahan kapasitas terbesar berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 557,93 MW, disusul oleh pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 196 MW, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 138,8 MW, dan pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) 13 MW.

Dadan menuturkan bahwa penambahan kapasitas pembangkit EBT tahun lalu kurang menggembirakan, yakni hanya sebesar 176 MW. Hal ini disebabkan adanya sejumlah proyek, seperti pembangkit listrik panas bumi (PLTP), yang mengalami penundaan jadwal beroperasi (commercial on date/COD) karena terdampak pandemi Covid-19.

Penambahan kapasitas EBT tahun lalu di antaranya berasal dari PLTA Poso sebesar 66 MW, PLTBm Merauke sebesar 3,5 MW, PLTM Sion sebesar 12,1 MW dan PLTS Atap sebesar 13,4 MW.

Sementara itu, investasi sektor EBTKE tahun ini ditargetkan dapat mencapai US$2,05 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari aneka EBT sebesar US$1,24 miliar, lalu panas bumi US$0,73 miliar, bionergi US$0,07 miliar, dan konservasi energi US$0,01 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi baru terbarukan pembangkit listrik
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top