Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jam Operasional Makin Pendek, Begini Strategi Alfamart dan Indomaret

Sampai dengan kuartal III 2020, total gerai AMRT mencapai 17.129 unit, sedangkan Indomaret tercatat memiliki 18.240 unit gerai di seluruh Indonesia sampai Oktober 2020.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  17:17 WIB
Calon pembeli memilih makanan di salah satu minimarket yang ada di Jakarta, Senin (18/2 - 2019).
Calon pembeli memilih makanan di salah satu minimarket yang ada di Jakarta, Senin (18/2 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan pembatasan operasional usaha selama PSBB Jawa-Bali 11—25 Januari 2021 yang kini turut berimbas kepada ritel modern segmen minimarket mau tak mau membuat pengusaha menyiapkan strategi.

Salah satu strategi tersebut adalah menyiapkan layanan antar. Opsi ini dipilih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), perusahaan yang mengoperasikan minimarket Alfamart.

“Kami menyiapkan solusi bagi masyarakat yang ingin berbelanja selama PSBB dengan program SAPA [Siap Antar Pesanan Anda], konsumen bisa memesan belanjaan lewat fitur pesan WhatsApp,” kata Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman kepada Bisnis, Kamis (14/1/2021).

Dia menjelaskan bahwa hampir semua barang yang dijual di toko fisik Alfamart dilayani penjualannya lewat fitur ini. Pemesananan yang dilakukan pada pukul 07.00—21.00 pun disebutnya dapat dikirim pada hari yang sama.

“Untuk pembayaran bisa dilakukan di tempat atau COD [cash on delivery]. Pemesanan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Alfagift,” ujarnya.

Sampai dengan kuartal III 2020, total gerai AMRT mencapai 17.129 unit dengan 32 persen gerai berada di Jabodetabek dan 37 persen di Pulau Jawa non-Jabodetabek. Dengan demikian, total gerai yang terimbas pembatasan di Jabodetabek setidaknya mencapai 5.481 unit.

Sementara itu, PT Indomarco Prismatama yang mengelola gerai Indomaret melaporkan tidak banyak strategi yang dilakukan selain menginformasikan jam operasional baru agar konsumen yang berbelanja langsung bisa menyesuaikan.

Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf tak memungkiri bahwa pembatasan jam operasional bisa berpengaruh terhadap penjualan. Jam operasional yang lebih pendek pun dia sebut bisa memicu penumpukan pengunjung.

“Kalau dampak langsung pasti akan mengurangi penjualan, sedangkan biaya-biaya tetap kami tanggung [seperti saat operasional normal],” ujar Wiwiek.

Menurutnya, sektor ritel yang menjual kebutuhan sehari-hari (grocery) seharusnya masuk sektor esensial dengan jam operasional yang lebih longgar sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Terlebih, minimarket memiliki peran penting jika melihat dari segi sebaran dan jangkauannya di tengah masyarakat.

“Kami usulkan sektor ini tetap dibuka normal agar bisa melayani masyarakat. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Indomaret tercatat memiliki 18.240 unit gerai di seluruh Indonesia sampai Oktober 2020. Dari jumlah tersebut, kata Wiwiek, lebih dari 60 persen berlokasi di Jawa dan Bali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alfamart indomaret Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top