Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Tengah Pandemi, Pendanaan Startup AS Menyentuh Rekor Baru

Pendanaan modal ventura pada 2020 naik 14 persen dari 2019, yang mencakup ekuitas swasta dan investasi utang. Pada tahun lalu juga terjadi peningkatan dalam mega-round.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  17:29 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA - Terlepas dari kekacauan ekonomi yang ditimbulkan oleh virus corona, investasi startup di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi US$130 miliar pada 2020.

Menurut laporan Money Tree dari PricewaterhouseCoopers / CB Insights, perusahaan seperti Instacart Inc. dan Stripe Inc. membantu mendorong lonjakan tersebut dengan masing-masing mengumpulkan ratusan juta dolar, meskipun jumlah putaran pendanaan lebih rendah daripada 2019.

Pada tahun lalu juga terjadi peningkatan pendanaan untuk beberapa kota di luar Bay Area, yang telah lama menjadi pusat startup di AS.

Menurut laporan itu, pendanaan modal ventura pada 2020 naik 14 persen dari 2019, yang mencakup ekuitas swasta dan investasi utang. Pada tahun lalu juga terjadi peningkatan dalam mega-round, yakni putaran pengalangan dana startup US$100 juta atau lebih, bahkan ketika jumlah putaran pendanaan menurun, terutama untuk startup yang sangat muda.

Kesepakatan terbesar adalah suntikan US$1,9 miliar yang diterima Space Exploration Technologies Corp. dan US$1,5 miliar dalam pendanaan untuk Epic Games Inc. Keduanya merupakan putaran pendanaan raksasa yang mewakili kekuatan ekuitas swasta dan mutual fund pada perusahaan teknologi rintisan.

Pada 2016, mega-round hanya mewakili 25 persen dari total uang yang diinvestasikan. Jumlah itu meningkat menjadi 49 persen pada 2020, lebih tinggi dari sebelumnya. Pemain korporat besar, termasuk SoftBank Group Corp., Google Ventures dan Uber Technologies Inc. juga membantu mendorong pendanaan untuk startup besar.

Sementara itu, rekor lain pada tahun lalu yakni jumlah unicorn meningkat hingga 225 di AS, karena ada lebih banyak perusahaan mencapai valuasi US$1 miliar atau lebih untuk pertama kalinya.

Sementara itu, perusahaan tahap awal tetap kesulitan. Jumlah total transaksi menurun untuk tahun kedua berturut-turut, turun menjadi 6.022. Pada kuartal keempat, kemunduran paling akut terjadi di putaran pendanaan awal, diikuti oleh kesepakatan Seri A.

Eksodus Silicon Valley yang banyak dibicarakan muncul dalam data sampai batas tertentu. California mempertahankan gelarnya sebagai posisi teratas untuk dolar ventura tahun lalu.

Perusahaan yang berbasis di negara bagian, dikombinasikan dengan pusat teknologi yang mapan di New York dan Massachusetts, menarik 74 persen dari semua pendanaan AS.

Namun pusat-pusat teknologi baru mulai berkembang seperti di San Diego, Miami, Denver dan Atlanta. Semuanya melipatgandakan jumlah dana ventura yang dikumpulkan selama kuartal keempat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Wilayah metropolitan Miami mengalami peningkatan paling tajam, membukukan US$1,9 miliar untuk tahun lalu berkat perusahaan rintisan termasuk Reef Technology Inc. dan ShipMonk, sementara metro San Diego menandai tahun terbesar dalam catatan dengan pengumpulan US$5,3 miliar.

Tekfin, kecerdasan buatan, kesehatan digital, dan perangkat medis mendominasi aktivitas kesepakatan, sementara sektor teknologi otomotif yang dulu populer menurun baik dalam jumlah kesepakatan maupun peningkatan total.

Tidak ada tanda-tanda pertumbuhan pendanaan modal ventura akan melambat tahun ini. Tahun rekor untuk penawaran umum perdana pada 2020 memungkinkan investor untuk memberikan pengembalian kepada mitra terbatas dan mengumpulkan dana baru.

Sementara itu, investor perorangan AS mengumpulkan US$1,1 triliun investasi di startup tahun lalu, dipimpin oleh Andreessen Horowitz, yang mengumpulkan US$11 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat StartUp investasi startup

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top