Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MTI: Transparansi Keuangan, Kunci Keselamatan Penerbangan

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai transparansi laporan keuangan maskapai bisa menjadi cerminan keselamatan penerbangan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  16:57 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Regulator dan maskapai diminta untuk sama-sama bisa menyampaikan laporan keuangan dan kinerja secara transparan yang dapat digunakan sebagai pendeteksi awal guna meminimalisir tingkat kecelakaan penerbangan yang lebih tinggi ke depannya.

Ketua I Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Suharto Abdul Majid mengatakan regulator tetap harus melakukan pengawasan efektif terhadap operator jasa penerbangan dalam kondisi apapun karena menyangkut masalah keselamatan dan keamanan penerbangan.

Menurutnya berdasarkan UU Penerbangan No. 1/2009 jelas mengamanatkan adanya evaluasi secara periodik dengan melaporkan kinerja maskapai lewat audit akuntan publik untuk diserahkan kepada Kementerian Perhubungan.

“Tinggal selanjutnya apakah memang laporan keuangan yang disampaikan maskapai mencerminkan kondisi sesungguhnya. Yang tahu hanya airline dan regulator. Berbeda dengan perusahaan terbuka seperti Garuda Indonesia yang mensyaratkan akuntabilitas dan publik berhak tahu. Jadi memang kesulitannya di sini,” ujarnya, Senin (11/1/2021).

Dia mengharapkan dengan sikap terbuka maskapai melaporkan kondisi yang apa adanya dapat dijadikan evaluasi seberapa besar dampak efisiensi selama masa pandemi ini terhadap kinerja maskapai. Termasuk jika nantinya memang terdapat indikasi pengurangan jasa pemeliharaan (maintenance) ataupun faktor lainnya yang dapat berpengaruh seperti kesejahteraan pilot.

Pemerintah lanjutnya harus merekrut tenaga professional ahli keuangan guna menganalisa laporan tersebut.

Menurutnya, melalui analisis mendalam dari ahli tersebut dapat digunakan sebagai instrumen untuk membaca persoalan operasional penerbangan. Setelah proses ini pun nantinya akan diberikan rating atau peringkat untuk perbaikan maskapai.

“Ini harus dipastikan serius dan trasnparansi dilaporkan apa adanya demi kebaikan bersama kalau ditutupi dampaknya kalau sekarang kecelakaan ini kan nggak cuma ke maskapai tapi stakeholder lainnya seperti bandara. Ini yang harus kita revisi dan kawal bersama,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top