Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirut Sriwijaya Air Paparkan Alasan Pesawat SJ182 Delay sebelum Terbang

Pesawat SJ182 semula dijadwalkan takeoff dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13.25 WIB dan tiba di Bandara Supadio, Pontianak pada 15.00 WIB. Namun, baru lepas landas pada pukul 14.14 WIB.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  05:52 WIB
Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena memberikan pernyataan terkait keterlambatan atau delay pesawat dengan penerbangan SJ182 sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut hilang kontak 4 menit setelah lepas landas pada pukul 14.40 WIB dan diduga jatuh di sekitar dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut semula dijadwalkan takeoff atau lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13.25 WIB dan tiba di Bandara Supadio, Pontianak pada 15.00 WIB.

Namun, akhirnya baru takeoff pada pukul 14.14 WIB dan semestinya tiba di Pontianak pada 15.50 WIB.

Terkait keterlambatan pesawat, Jefferson mengatakan hal tersebut bukan karena kerusakan, tetapi alasan alasan cuaca yang tidak mendukung.

"Delay akibat hujan deras, makanya ada delay 30 menit saat boarding," ungkapnya saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1/2021).

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa pesawat tersebut layak terbang dan dinyatakan tidak mengalami kerusakan. Sebelum dikabarkan hilang kontak, pesawat ini sudah terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang.

Sriwijaya telah bekerja sama dengan Angkasa Pura II untuk menyediakan posko yang bertujuan memberikan pendampingan kepada pihak keluarga korban.

“Kami bekerja dengan koordinasi yang sangat erat dengan pihak terkait dalam pencarian pesawat SJ182 ini,” ungkap Jefferson.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyebutkan pihaknya telah menyediakan posko di Bandara Soekarno-Hatta dan di Bandara Supadio.

"Di Bandara Soekarno-Hatta yang kami aktifkan ada dua titik, satu adalah emergency operation center, itu adalah pusat penanggulangan kondisi kedaruratan," kata Awal.

Kemudian, posko kedua ada di crisis center di Soetta. Posko ini merupakan koordinasi antar stakeholder dan titik pertemuan antara Sriwijaya Air dan keluarga korban.

Sementara itu, posko ketiga ada di Bandara Supadio, Pontianak, yang menjadi tujuan pesawat Sriwijaya SJ182. Adapun posko ini didirikan bersama dengan maskapai Sriwijaya Air. Posko crisis center di Bandara Soekarno-Hatta dan di Bandara Supadio akan beroperasi selama 24 jam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat penerbangan sriwijaya air kecelakaan pesawat pesawat jatuh
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top