Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berproduksi di Kawasan Industri Kendal, Master Kidz Ekspor Mainan ke AS

Master Kidz Indonesia melepas ekspor perdana mainan ke Amerika Serikat melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Perusahaan itu menjalankan kegiatan produksi di Kawasan Industri Kendal.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  11:37 WIB
Pelepasan ekspor perdana mainan anak-anak PT Master Kidz Indonesia. - Istimewa
Pelepasan ekspor perdana mainan anak-anak PT Master Kidz Indonesia. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Master Kidz Indonesia, produsen mainan asal Hong Kong baru resmi beroperasi pada Desember 2020 di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Perusahaan yang memiliki nilai investasi US$9,28 juta ini memulai konstruksi sejak Oktober 2019. Kini PT Master Kidz memasarkan produk mereka berupa mainan anak-anak dari bahan kayu seperti mainan tematik untuk pendidikan, mobil-mobilan, ataupun puzzle.

Pada Rabu (6/1/2021) PT Master Kidz Indonesia menggelar acara pelepasan ekspor perdana. Melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, perusahaan ini akan mengekspor produk mereka ke Amerika Serikat, demikian keterangan tertulis yang diterima Bisnis pada Kamis (7/1/2021).

Lokasi pabrik yang strategis menguntungkan mereka dari segi logistik. Kawasan Industri Kendal hanya berjarak 25 km ke Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, dan dapat ditempuh hanya dalam waktu 45 menit.

KIK juga berdekatan dengan Pintu Tol Kaliwungu, hanya 5 km dengan jarak tempuh sekitar 5 menit. Hal ini memudahkan jalur logistik baik ke Jawa Timur ataupun Jawa Barat.

Andy Chan, Presiden Direktur PT Master Kidz Indonesia, mengungkapkan: “Ini investasi perdana kami di Indonesia. Kami juga melihat besarnya peluang di Jawa Tengah ini. KIK juga mendukung penuh mulai dari proses perizinan sampai dapat beroperasional dan memulai ekspor pada hari ini.”

Acara ini dihadiri oleh Sucipto, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang.

Sucipto menuturkan bahwa status kawasan ekonomi khusus (KEK) pada KIK memberikan banyak keuntungan bagi tenant terutama dalam bidang ekspor impor.

“Sebagai kawasan ekonomi khusus dan didukung dengan adanya kantor administrator di Kawasan Industri Kendal sekarang ini, tenant bisa mendapatkan bantuan dalam urusan perpajakan, import, ekspor, dan lain-lain. Dalam hal perpajakan, insentif berupa tax holiday, value added tax (VAT), dan import duty,” ujar Sucipto.

Perwakilan Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Amin Tri Sobri juga turut hadir. Amin mengatakan dengan status KIK yang telah berubah menjadi KEK, dia berharap dapat membantu pertumbuhan ekspor di Jawa Tengah.

Dany Wong, General Manager PT Masker Kidz Indonesia, berterima kasih kepada Kementerian Perdagangan. “Kami mengapresiasi Kementerian Perdagangan karena Certificate of Origin dapat keluar tepat waktu sehingga ini semua mendukung proses perdana ekspor ke Amerika Serikat.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri mainan kawasan ekonomi khusus kawasan industri kendal
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top