Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Pacu EBT Lewat Co-firing Biomassa

PLN siap mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari transisi energi. Selain membangun infrastruktur pembangkit EBT, PLN juga berinovasi untuk mendorong pemanfaatan EBT.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 01 Januari 2021  |  15:40 WIB
PLTU Suralaya unit 8, dikenal juga sebagai PLTU Banten 1 Suralaya Operation and Maintenance Services Unit (OMU), terletak di sebelah timur PLTU Suralaya I-VII, Desa Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon. PLTU berkapasitas terpasang I x 625 MW melengkapi PLTU Suralaya 1-7 yang beroperasi sejak 1984. PLTU ini diresmikan pada 28 Desember 2011.  - indonesiapower.co.id
PLTU Suralaya unit 8, dikenal juga sebagai PLTU Banten 1 Suralaya Operation and Maintenance Services Unit (OMU), terletak di sebelah timur PLTU Suralaya I-VII, Desa Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon. PLTU berkapasitas terpasang I x 625 MW melengkapi PLTU Suralaya 1-7 yang beroperasi sejak 1984. PLTU ini diresmikan pada 28 Desember 2011. - indonesiapower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PLN siap mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari transisi energi, sebagaimana kebijakan pemerintah mengamanatkan. PLN tidak hanya membangun infrastruktur pembangkit EBT, tetapi juga berinovasi untuk mendorong pemanfaatan EBT.

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo saat menerima kunjungan Menteri ESDM Arifin Tasrif di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Rabu (30/12/2020).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan co-firing PLTU yang ada menggunakan biomassa, seperti yang dilakukan di PLTU Suralaya. Co-firing PLTU dengan bahan bakar biomassa adalah upaya alternatif mengurangi pemakaian batu bara dengan mengganti sebagian batu bara dengan bahan bakar biomassa dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

“Program co-firing PLTU dengan biomassa ini merupakan langkah nyata PLN untuk mendorong peningkatan EBT pada bauran energi nasional,” ujar Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (1/1/2021).

Khusus di PLTU Suralaya, co-firing akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penggunaan 5 persen biomassa hingga rencana jangka panjang nantinya PLTU Suralaya diharapkan bisa secara penuh menggunakan biomassa.

Selain di PLTU Suralaya, co-firing juga telah dilakukan uji coba di beberapa PLTU, antara lain PLTU Jeranjang (2x25 MW) dengan pelet sampah, PLTU Paiton (2x400 MW) pelet kayu, PLTU Rembang (2x325 MW) pelet kayu, PLTU Indramayu (3x330MW) pelet kayu, PTLU Tenayan (2x110 MW) dengan cangkang kelapa sawit, PLTU Ketapang (2x10 MW) dengan cangkang kelapa sawit, PLTU Sanggau (2x7 MW) dengan cangkang kelapa sawit, dan PLTU Belitung (2x16,5 MW) dengan cangkang kelapa sawit.

Secara keseluruhan terdapat 114 unit PLTU milik PLN yang berpotensi dapat dilakukan co-firing biomassa. Pembangkit tersebut tersebar di 52 lokasi dengan total kapasitas 18.154 megawatt (MW). Co-firing diharapkan dapat meningkatkan bauran EBT secara nasional.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyambut baik upaya PLN. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan langkah positif dalam dunia pergaulan internasional. "Itu bagian dari komitmen dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan CO2. Negara kita punya target bauran energi 23 persen pada 2025. Ini menjadi komitmen nasional ke dunia yang harus kita capai.”

Meski mendorong penggunaan EBT, penggunaan batu bara tidak serta merta hilang dari bauran energi nasional. "Batu bara adalah simpanan kita di saat energi fosil lain habis. Ke depannya batu bara tetap dipakai, hanya di mulut tambang. Jadi memang dalam proses perencanaan energi perlu melihat aspek yang lain," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik ebt
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top