Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HPE Pertambangan Desember 2020, Mayoritas Harga Komoditas Alami Kenaikan

Melihat tren HPE produk pertambangan selama 2020, sebagian besar produk pertambangan yang dikenakan BK menunjukkan tren positif.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  14:27 WIB
Tembaga. - Bloomberg
Tembaga. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Hingga menuju akhir November 2020, harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren yang positif selama pandemi Covid-19.

Kenaikan tersebut diakibatkan tingginya permintaan dan penawara komoditas di pasar dunia. Kondisi ini mempengaruhi harga penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk periode Desember 2020.

Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2020 pada 30 November 2020.

“HPE produk pertambangan periode Desember 2020 mengalami fluktuasi, diantaranya komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenite dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, komoditas konsentrat rutil mengalami penurunan harga, sedangkan untuk konsentrat mangan dan pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan.

Didi menjelaskan tren HPE produk pertambangan selama 2020, sebagian besar produk pertambangan yang dikenakan BK menunjukkan tren positif.

Produk pertambangan yang mengalami tren positif yaitu produk konsentrat besi naik sebesar 3,92 persen; konsetrat tembaga naik 2,22 persen; konsetrat seng naik 1,52 persen; konsetrat mangan naik 1,48 persen; konsetrat ilmenit naik 0,99 persen; bauksit yang telah dilakukan pencucian naik 0,39 persen.

Namun, ada juga produk pertambangan yang dikenakan BK mengalami tren negatif selama 2020, yaitu konsetrat rutil turun sebesar 1,97 persen dan konsetrat timbal turun 0,20 persen.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian.

Sebaliknya, konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan harga patokan ekspor
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top