Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Nusantara Infrastructure (META): Kue Infrastruktur untuk Swasta Sangat Besar

Pemerintah memproyeksi kebutuhan pendanaan infrastruktur mencapai kurang lebih Rp2.035 triliun pada periode 2020 - 2024. Dari jumlah itu, sekitar Rp1.435 triliun diharapkan datang dari swasta.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Desember 2020  |  14:20 WIB
Presiden Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META), M. Ramdani Basri. - Ilman A. Sudarwan
Presiden Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META), M. Ramdani Basri. - Ilman A. Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk. siap untuk menangkap peluang di bisnis jalan tol mengingat kue infrastruktur yang disediakan pemerintah begitu besar hingga 2024.

Presiden Direktur Nusantara Infrastructure Ramdani Basri mengatakan pemerintah kebutuhan pendanaan  kurang lebih Rp2.035 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia pada periode 2020 - 2024.

Dari total tersebut, sekitar 30 persen atau Rp623 triliun akan disediakan oleh pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara sisanya sekitar Rp1.435 triliun diharapkan datang dari swasta.

“Kurang lebih Rp573 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan, 70 persennya itu diharapkan datang dari swasta kurang lebih Rp350 triliun - Rp400 triliun. Dapat dibayangkan kuenya sangat besar,” kata Ramdani dalam paparan publik, Rabu (23/12/2020).

Adapun, Ramdani menunjukkan saat ini hanya ada 4 - 5 perusahaan besar yang berkecimpung di bisnis infrastruktur jalan tol.

Apabila proyek tersebut dibagi secara proporsional, maka masing-masing perusahaan swasta tersebut paling tidak akan mengerjakan proyek senilai Rp90 triliun - Rp 100 triliun.

“Jadi gambarannya apakah ada proyek-proyek yang akan diprakarsai ke depan, saya melihat bahwa itu lah sebetulnya peluang-peluang yang bisa kita capai bersama perusahaan swasta lainnya,” tutur Ramdani.

Di sisi lain, Ramdani mengakui untuk mengerjakan infrastruktur khususnya jalan tol membutuhkan pendanaan yang juga luar biasa besar. 

Perusahaan swasta pun biasanya condong memprakarsai proyek jalan tol yang dapat memberikan imbal hasil dalam waktu yang tak begitu lama.

Dalam waktu dekat, emiten dengan kode saham META ini siap ikut lelang proyek jalan tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami. Perseroan pun telah membentuk konsorsium Jakarta Metro Expressway bersama PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Di dalamnya, META memegang porsi kepemilikan terbesar.

Jalan tol tersebut akan dibangun sepanjang kurang lebih 20 kilometer dengan nilai investasi Rp20 triliun - Rp21 triliun.

Untuk memperkuat peran perseroan di bisnis infrastruktur jalan tol, META telah menyelesaikan dua proyek besar pada masa pandemi 2020.

Proyek pertama yaitu jalan Tol A.P. Pettarani di Makassar sepanjang 4,3 kilometer. Jalan tol tersebut dibangun dengan investasi kurang lebih Rp2,2 triliun.

Proyek kedua yang diselesaikan META baru-baru ini adalah PLTA Lau Gunung di Sumatera Utara dengan total investasi sekitar Rp500 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jalan tol nusantara infrastructure
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top