Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Defisit APBN November Capai Minus 5,60 Persen, Makin Dekati Ambang Batas

Dibandingkan dengan Perpres 72/2020 yang sebesar Rp1.699,9 triliun, ini juga suatu tantangan sampai akhir tahun.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  16:36 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara hingga November 2020 sebesar Rp1.423 triliun. Capaian tersebut mengalami penurunan 15,1 persen secara tahunan dibandingkan 2019 yang tercatat Rp1.676 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi tersebut sudah mencapai 83,7 persen berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 72/2020.

“Dibandingkan dengan Perpres 72/2020 yang sebesar Rp1.699,9 triliun, ini juga suatu tantangan sampai akhir tahun,” katanya melalui konferensi pers virtual, Senin (21/12/2020).

Sri menjelaskan bahwa berdasarkan komponennya, penerimaan pajak sebesar Rp925,34 triliun. Angka ini mencapai 77,2 persen dari target Rp1.198,8 triliun. Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP), tercatat sebesar Rp304,9 triliun, capaian ini telah melebihi 100 persen target, yaitu Rp294 triliun.

Hibah juga melebihi target dengan terkumpul Rp9,3 triliun. Perpres 72/2020 mematok Rp1,3 triliun sehingga realisasinya 714,1 persen.

Sementara itu, untuk belanja negara, Sri menambahkan bahwa hingga November mencapai 2.306,7 triliun. Realisasi ini sudah mencapai 84,2 persen dari target Rp2.739,2 triliun.

Perinciannya, untuk belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp1.558,7 triliun, atau mencapai 78,8 persen dari target Rp1.975,2 triliun.

Untuk TKDD Rp748 triliun, mencapai 97,9 persen dari target Rp763,9 triliun. Sementara itu, keseimbangan primer defisit tercatat sebesar Rp582,7 triliun. Perpres 72/2020 mematok Rp700,4 triliun sehingga tercapai 83,2 persen.

“Ini menggambarkan bagaimana Covid-19 mempengaruhi ekonomi dan keuangan negara,” jelas Sri.

Pendapatan dan belanja yang diakumulasikan, Tanah Air mengalami defisit 5,60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini makin mendekati ambang batas yaitu 6,34 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn pendapatan sri mulyani belanja negara
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top