Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Rayu China Masuk Ke Destinasi Prioritas

Pemerintah terus merayu investor asal China untuk menanamkan investasinya, terutama di sektor pariwisata.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 19 Desember 2020  |  11:42 WIB
Luhut Rayu China Masuk Ke Destinasi Prioritas
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. - Antara/Andika Wahyu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China, pemerintah mendorong investasi asal China masuk ke sektor pariwisata karena sedang mengembangkan destinasi prioritas.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia dan China memiliki hubungan persahabatan yang baik sehingga kedua negara dapat menciptakan kolaborasi dan kerja sama pada berbagai sektor.

“Salah satunya adalah untuk memulihkan perekonomian kita di bidang pariwisata,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (19/12/2020).

Luhut menyampaikan hal itu ketika memberikan sambutan pada acara “Indonesia-China Tourism and Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations.” Kegiatan itu digelar di Kabupaten Toba, Sumatra Utara dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dia mengatakan beragam kerja sama yang dibahas antara lain mencakup investasi strategis, perdagangan, pariwisata, infrastruktur, dan kesehatan terkait pandemi Covid-19 yang mampu mendongkrak perekonomian dan kualitas hidup masyarakat Indonesia pasca pandemi.

“Pertemuan antar kedua negara merupakan sebuah bukti adanya keseriusan kerja sama antara Indonesia dan RRT untuk memulihkan perekonomian nasional, terutama pada sektor pariwisata,” jelasnya.

Luhut menjelaskan pemerintah sedang fokus dalam membangun lima destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang dalam kerangka pariwisata berkualitas.

Untuk mencapai konsep pariwisata yang berkualitas secara optimal, pembangunan 5 DPSP akan melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, contohnya China sebagai salah satu negara sahabat Indonesia.

Secara virtual, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China Zhang Xu mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia karena kesediaannya untuk terus membangun kolaborasi demi memulihkan kondisi perekonomian di masa pandemi Covid 19.

“Pihak RRT sepakat untuk terus melakukan kolaborasi internasional guna penanganan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, mempromosikan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan bilateral kedua negara, terutama dalam mendukung pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian yang telah melihat Danau Toba mengatakan kawasan Danau Toba perlu dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meninggalkan kesan bagi para wisatawan.

“Tempat ini merupakan tempat yang sangat indah dan perlu untuk dikembangkan lebih jauh lagi. Daerah ini akan betul-betul meninggalkan kesan yang sangat baik bagi siapapun yang datang ke sini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pariwisata Luhut Pandjaitan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top