Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Organda: Rapid Test Antigen Bebani Pengguna Jalur Darat

Organda menilai kewajiban rapid test antigen bakal membebani penumpang moda transportasi darat, yang harga tiketnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan jalur udara.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  12:50 WIB
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Ketentuan rapid tes antigen sebagai prasarat keluar masuk DKI Jakarta akan memberikan beban biaya tambahan bagi penumpang angkutan darat. Tes rapid diminta tak diwajibkan.

Sekretaris Jenderal Organda Ateng Aryono menuturkan para penumpang angkutan darat dengan besaran tiket yang tidak setinggi moda udara akan dibebankan biaya tambahan dengan presentase kenaikan yang jauh lebih besar.

Menurutnya ketika rapid test antigen diberlakukan untuk angkutan umum secara otomatis terdapat komponen biaya tambahan oleh calon penumpang. Sementara industri angkutan umum saat menjelang Natal dan Tahun Baru pertumbuhan maksimal hanya bergerak kisaran 30--40 persen .

"Oleh karena itu, pemerintah jangan membebani dengan biaya tambahan test rapid. Dalam hal ini butuh kehadiran pemerintah untuk menggratiskan rapid test warga yang akan melakukan perjalanan lewat darat," katanya, Jumat (18/12/2020).

Para calon penumpang yang melakukan pergerakan dapat dipastikan orang yang benar-benar terpaksa atau butuh melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum.

Dari hasil pantauan DPP Organda, biaya dari rumah sakit swasta Jakarta, untuk Rapid test antibodi sebesar Rp150.000, sementara untuk antigen sekitar Rp500.000.

Persoalannya saat ini di angkutan umum jalan tidak disyaratkan rapid test apapun, seperti angkutan udara dan KA yang dibutuhkan rapid test antibodi. Kalau hal ini diberlakukan kepada angkutan darat akan menambah komponen biaya yang sangat signifikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

organda Rapid Test
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top