Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nestle Indonesia Bangun Pembangkit EBT di Kawasan Pabrik

Nestle Indonesia menggandeng PT Tasma Bioenergy Indonesia untuk membangun fasilitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di pabrik Kejayan, Jawa Timur, dan Karawang, Jawa Barat.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  15:07 WIB
Produk kopi kemasan Nestle, Nescafe Gold.  -  Bloomberg
Produk kopi kemasan Nestle, Nescafe Gold. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nestle Indonesia bekerja sama dengan PT Tasma Bioenergy Indonesia (Berkeley Energy Commercial Industry Services – BECIS) untuk membangun biomass boilers. Fasilitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ini akan dibangun di kawasan pabrik Nestle di Kejayan, Jawa Timur, dan Karawang, Jawa Barat.

CEO Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan bentuk sama yang dilakukan adalah pembelian energi uap hasil biomass boilers selama 15 tahun. Adapun, pembangunan biomass boilers akan rampung pada 2021.

"Penanganan perubahan iklim tidak bisa menunggu dan begitu juga dengan kami. Ini sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang bisnis kami," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (15/12/2020).

Ganesan menghitung kerja sama tersebut akan mengurangi emisi gas rumah kaca perseroan hingga 29.000 tCO2e per tahun. Nestle menargetkan seluruh fasilitas produksi hanya akan menggunakan EBT pada 2025.

Dalam Peta Jalan Nestle Net Zero, seluruh fasilitas produksi Nestle di dunia akan mengeluarkan emisi karbon hingga 9,7 juta ton tCO2e pada 2030. Namun, angka tersebut dapat turun ke level 3,8 juta ton tCO2e pada 2030 dengan penggunaan energi panas terbarukan.

Adapun, peningkatan kontribusi energi EBT dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,8 juta ton tCO2e pada 2030. Pada 2025, Nestle menargetkan dapat mengurangi emisi karbon sebanyak 20 persen pada 2025, salah satunya dengan menggunakan EBT.

"Pada September 2019, kami menetapkan ambisi yang berani untuk mencapai net zero emisi karbon pada 2050. Keberhasilan kami bergantung pada kerja sama dengan banyak organisasi lain dan pada lingkungan yang mendukung, di mana mitra nasional dan internasional bertindak bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,“ ucapnya.

Managing Director BECIS Saku Rantanen mengatakan kerja sama dengan Nestle Indonesia merupakan tonggak penting bagi pihaknya. Adapun, pihaknya menyambut baik langkah Nestle Indonesia untuk melakukan kerja sama jangka panjang dengan BECIS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nestle pembangkit listrik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top