Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Direksi Dirombak, Len Industri Disebut Akan Pimpin Holding BUMN Indhan

Len Industri disebut tengah dipersiapkan untuk memimpin Holding BUMN Indhan kolaborasi antar-BUMN di lingkup BUMN Sub-Klaster Industri Pertahanan (Indhan), menyusul perombakan nomenklatur dan jajaran direksi.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  12:16 WIB
Teknisi menyelesaikan pembuatan panel untuk sistem persinyalan kereta api di ruang produksi PT LEN Industri, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/1). - JIBI/Rachman
Teknisi menyelesaikan pembuatan panel untuk sistem persinyalan kereta api di ruang produksi PT LEN Industri, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Len Industri disebut tengah dipersiapkan untuk memimpin Holding BUMN Indhan kolaborasi antar-BUMN di lingkup BUMN Sub-Klaster Industri Pertahanan (Indhan), menyusul perombakan nomenklatur dan jajaran direksi.

“Len Industri tengah dipersiapkan untuk memimpin kolaborasi antar-BUMN di lingkup BUMN Sub-Klaster Industri Pertahanan (Indhan) dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional," kata Vice President Sekretaris Perusahaan Atini Hasanah seperti dikutip dalam keterangan pers Kementerian BUMN, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, pembentukan Holding BUMN Indhan yang kini masih berjalan memiliki tujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan perekonomian industri pertahanan dalam negeri agar menjadi lebih maju, kuat, mandiri dan berdaya saing.

Len Industri adalah BUMN yang berbasis teknologi dan bergerak dalam lini bisnis elektronika pertahanan, energi dan sistem daya, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), sistem navigasi, serta sistem transportasi.

Kementerian Pertahanan telah melakukan sosialisasi pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan 2020, Rabu (21/10/2020), yang diikuti BUMN Industri Strategis, yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT LEN, PT Dahana dan PT PAL Indonesia.

Sekjen Kemenhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menekankan agar LEN Industri selaku lead integrator untuk fokus dan memberikan masukan pada rencana pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan.

Sejak 1991, Len Industri telah merealisasikan dan menjalankan bisnisnya sebagai manufaktur modul surya dan persinyalan, investor IPP PLTS (independent power producer), O&M (operation and maintenance) dalam bidang perkeretaapian dan ICT, managed service di bidang ICT, consumer goods dalam penyediaan PLTS Rooftop (LenSolar), KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) dalam pembangunan Palapa Ring Paket Tengah, hingga kolaborasi antar-BUMN untuk pemanfaatan PLTS di kalangan BUMN, serta EPC (engineering, procurement, construction) untuk kelima lini bisnis tersebut.

Len Industri dalam industri pertahanan memfokuskan kompetensinya di bidang C4ISR (command, control, communications, computers, intelligence, surveillance and reconnaissance) untuk menyuplai dan mendukung kebutuhan alutsista TNI di tiga matra (AD, AL, AU). Produk andalan dalam industri pertahanan antara lain taktikal data link, radar pertahanan, target drone, drone MALE Black Eagle, combat management system (CMS), gunnery firing range (GFR), hingga taktikal radio.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, Len Industri berperan aktif bersama BPPT dalam penyediaan emergency ventilator untuk penanganan pasien penderita Covid-19.

Untuk meningkatkan kinerjanya, Kementerian BUMN telah merombak susunan anggota dan nomenklatur jabatan Direksi PT Len Industri (Persero). Bobby Rasyidin ditunjuk sebagai Direktur Utama, Wahyu Sofiadi Direktur Bisnis dan Kerja Sama, dan juga Tazar Marta Kurniawan sebagai Direktur Teknologi.

Ketiga nama tersebut bergabung bersama anggota diraksi yang sudah ada, Linus Andor Mulana Sijabat sebagai Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio dan Indarto Pamoengkas selaku Direktur Keuangan dan SDM.

Penetapan disahkan melalui penyerahan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-388/MBU/12/2020 yang dilaksanakan secara online, pada Kamis, tanggal 10 Desember 2020. Ketiga nama baru di atas menggantikan Zakky Gamal Yasin yang menjabat sebagai Direktur Utama dan Adi Sufiadi Yusuf selaku Direktur Operasi II, serta penambahan 1 anggota direksi yakni Direktur Teknologi.

Pemegang saham juga mengubah nomenklatur jabatan anggota direksi perusahaan perseroan, yakni Direktur Utama, Direktur Keuangan dan SDM, Direktur Operasi I menjadi Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio, Direktur Operasi II menjadi Direktur Bisnis dan Kerjasama, serta penambahan jabatan Direktur Teknologi.

"Sehingga kini komposisi Direktur PT Len Industri menjadi lima orang, dari sebelumnya hanya empat orang,” kata Atini.

Susunan Direksi PT Len Industri per 10 Desember 2020 :

• Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama
• Linus Andor Mulana Sijabat sebagai Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio
• Wahyu Sofiadi sebagai Direktur Bisnis dan Kerjasama
• Indarto Pamoengkas sebagai Direktur Keuangan dan SDM
• Tazar Marta Kurniawan sebagai Direktur Teknologi


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

len industri industri pertahanan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top