Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian BUMN Rombak Direksi Len Industri, Ini Susunannya

Kementerian BUMN merombak jajaran direksi PT Len Industri (Persero) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja perusahaan. Len Industri tengah dipersiapkan untuk memimpin kolaborasi antar-BUMN sub-klaster industri pertahanan (indhan).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  11:22 WIB
Teknisi menyelesaikan pembuatan panel untuk sistem persinyalan kereta api di ruang produksi PT LEN Industri, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/1). - JIBI/Rachman
Teknisi menyelesaikan pembuatan panel untuk sistem persinyalan kereta api di ruang produksi PT LEN Industri, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian BUMN merombak jajaran direksi PT Len Industri (Persero) sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kinerja bisnis maupun keuangan perusahaan. Len Industri tengah dipersiapkan untuk memimpin kolaborasi antar-BUMN sub-klaster industri pertahanan (indhan).

Bobby Rasyidin ditunjuk sebagai Direktur Utama, Wahyu Sofiadi Direktur Bisnis dan Kerja Sama, dan Tazar Marta Kurniawan sebagai Direktur Teknologi. Ketiga nama tersebut bergabung bersama anggota diraksi yang ada, Linus Andor Mulana Sijabat sebagai Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio; dan Indarto Pamoengkas selaku Direktur Keuangan dan SDM.

Penetapan disahkan melalui penyerahan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-388/MBU/12/2020 yang dilaksanakan secara online, pada Kamis (10/12/2020). Ketiga nama baru di atas menggantikan Zakky Gamal Yasin yang menjabat sebagai Direktur Utama, dan Adi Sufiadi Yusuf selaku Direktur Operasi II, serta penambahan satu anggota direksi, yakni Direktur Teknologi.

Vice President Sekretaris Perusahaan, Atini Hasanah menjelaskan bahwa selain perubahan susunan direksi, pemegang saham juga mengubah nomenklatur jabatan anggota direksi perusahaan perseroan, yakni Direktur Utama, Direktur Keuangan dan SDM, Direktur Operasi I menjadi Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio, Direktur Operasi II menjadi Direktur Bisnis dan Kerjasama, serta penambahan jabatan Direktur Teknologi.

"Sehingga kini komposisi Direktur PT Len Industri menjadi lima orang, dari sebelumnya hanya empat orang,” katanya seperti dikutip dalam keterangan pers Kementerian BUMN, Senin (14/12/2020).

Bobby Rasyidin adalah pria kelahiran Padang 31 Oktober 1974. Bobby mendapatkan gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung dan Magister Manajemen dari UNSW Sydney Australia.

Ia telah menjabat sebangai Komisaris Independen PT GMF AeroAsia Tbk. sejak Juni 2020 dan menjabat sebagai Direktur Utama PT Alcatel Lucent Indonesia sejak Juli 2012. Dalam usia 38 tahun, ia merupakan profesional muda asal Indonesia pertama yang dipercaya menduduki posisi puncak di salah satu vendor jaringan dan solusi telekomunikasi terbesar dunia asal Prancis tersebut.

Wahyu Sofiadi sebelumnya adalah Direktur Utama PT Pindad Global Sources & Trading sejak Desember 2016, Direktur Utama PT Alstom Transport Indonesia sejak Agustus 2014 – November 2016, serta sebagai Country Division Lead Mobility PT Siemens Indonesia sejak Januari 2000 hingga Juli 2014.

Tazar Marta Kurniawan telah lebih dari 25 tahun meniti karir di PT GMF AeroAsia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama sejak Agustus 2019 hingga Juni 2020, Direktur Bisnis dan Base Operation dari Mei 2018 hingga Agustus 2019, serta Direktur Line Operation sejak Juni 2016 hingga Mei 2018.

Berikut susunan direksi PT Len Industri per 10 Desember 2020 :

• Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama
• Linus Andor Mulana Sijabat sebagai Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio
• Wahyu Sofiadi sebagai Direktur Bisnis dan Kerjasama
• Indarto Pamoengkas sebagai Direktur Keuangan dan SDM
• Tazar Marta Kurniawan sebagai Direktur Teknologi


Kementerian BUMN selaku pemegang penuh saham Len Industri mengambil langkah perubahan dan penetapan ini sebagai bagian dari upaya untuk lebih meningkatkan lagi kinerja bisnis maupun keuangan.

“Len Industri kini dipersiapkan untuk memimpin kolaborasi antar-BUMN di lingkup BUMN sub-klaster industri pertahanan (indhan) dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional. Pembentukan holding BUMN Indhan masih berjalan,” imbuh Atini.

PT Len Industri adalah perusahaan BUMN yang berbasis teknologi dan bergerak dalam lini bisnis Elektronika Pertahanan, Energi dan Sistem Daya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), Sistem Navigasi, serta Sistem Transportasi.

Seiring berjalannya waktu dari 1991, Len Industri telah merealisasikan dan menjalankan bisnisnya sebagai manufaktur modul surya dan persinyalan, investor IPP PLTS (independent power producer), O&M (operation and maintenance) bidang perkeretaapian dan ICT, managed service di bidang ICT, consumer goods dalam penyediaan PLTS rooftop (LenSolar), KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha) dalam pembangunan Palapa Ring Paket Tengah, hingga kolaborasi kerja sama antar-BUMN untuk pemanfaatan PLTS di kalangan BUMN, serta EPC (engineering, procurement, construction) untuk kelima lini bisnis tersebut.

Len Industri dalam industri pertahanan memfokuskan kompetensinya di bidang C4ISR (command, control, communications, computers, intelligence, surveillance and reconnaissance) untuk menyuplai dan mendukung kebutuhan alutsista TNI di tiga matra (AD, AL, AU).

Produk andalan dalam industri pertahanan antara lain taktikal data link, radar pertahanan, target drone, drone MALE Black Eagle, combat management system (CMS), gunnery firing range (GFR), hingga taktikal radio.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, Len Industri berperan aktif bersama BPPT dalam penyediaan emergency ventilator untuk penanganan pasien penderita Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

len industri industri pertahanan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top