Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengiriman Paket Jumbo Kian Dilirik Jasa Kurir

Asperindo menilai kendati jenis pengiriman paket ukuran jumbo masih minim pemain, tetapi prospeknya semakin menarik seiring dengan adanya peningkatan transaksi e-commerce.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  18:37 WIB
Pengiriman Paket Jumbo Kian Dilirik Jasa Kurir
Ilustrasi jasa kurir

Bisnis.com, JAKARTA - Prospek pengiriman barang berukuran jumbo kian menarik, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyebut jenis pengiriman ini masih minim pemain.

Ketua DPP Asperindo Mohamad Feriadi menuturkan prospek pengiriman barang berukuran besar menjadi semakin menarik seiring dengan meningkatnya pengiriman barang ukuran tersebut di pelantar dagang-el.

"Pengiriman besar di atas 20 kg memang menjadi potensi bisnis yang diharapkan pelaku jasa pengiriman, pertanyaannya apakah semua perusahaan Asperindo siap dengan potensi bisnis ini mengingat kondisi masing-masing perusahaan berbeda dalam hal infrastruktur jaringan fisik, jumlah kendaraan, SDM dan sebagainya," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (2/12/2020).

Lebih lanjut, dia menerangkan artinya potensi ini justru harus bisa mendorong semua anggota Asperindo memperbaiki dan menambah infrastruktur yang ada agar semua mempunyai daya saing yang sama.

Pengiriman berukuran 5 Kg lebih ini masih menjadi lahan yang minim digarap oleh jasa ekspedisi. Pasalnya, karena berbasis pengiriman cepat, jasa kurir lebih banyak mengirimkan barang dengan berat yang ringan.

Dia juga menuturkan potensi kolaborasi antarpemain logistik pun dapat dijajal agar dapat menghadirkan hasil yang optimal di jenis pengiriman ukuran jumbo tersebut.

Co-Founder Paxel Zaldi Ilham Masita menuturkan layanan yang dapat menampung lebih berat dari 5 Kg dengan tetap mengedepankan kecepatan sampai di hari yang sama (sameday service) masih sangat minim.

"Sebelum pandemi, pada 2019, rata-rata pergerakan barang di e-commerce itu geraknya di bawah 2 kg, sebagian besar ini sekitar 85 persen. Begitu Covid-19 ini mulai Maret 2020 ukuran berat barang naik drastis, pangsa pasar 5-20 Kg makin lama makin besar," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik e-commerce jasa kurir
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top