Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Harga Rumah Baru di China November Sedikit Menurun

Hasil riset sebuah perusahaan jasa konsultasi real estat swasta menunjukkan bahwa pertumbuhan harga rumah baru China pada November 2020 sedikit menurun.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  11:33 WIB
Properti di Shenzhen, China, terlihat di latar belakang Taman Linhua./Bloomberg - Qilai Shen
Properti di Shenzhen, China, terlihat di latar belakang Taman Linhua./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan harga rumah baru di China sedikit menurun pada November, dibebani oleh pembatasan pasar yang lebih ketat di kota-kota besar dan melemahnya permintaan di kota-kota kecil, sebuah survei swasta menunjukkan.

Harga rumah baru di 100 kota naik 0,32 persen pada November dari bulan sebelumnya versus kenaikan 0,4 persen pada Oktober, menurut data dari China Index Academy (CIA), salah satu perusahaan riset real estat independen terbesar di China.

Lebih sedikit kota yang melaporkan kenaikan bulanan, dengan angka turun menjadi 71 dari 73 pada Oktober, dan 28 kota mengalami penurunan harga rumah dibandingkan dengan 26 pada bulan sebelumnya, demikian data CIA yang diterbitkan pada Selasa (1/12/2020).

Cluster kota di Delta Sungai Mutiara bagian selatan dan Delta Sungai Yangtze bagian timur menyumbang sebagian besar kekuatan pasar pada November, kata CIA, dengan kenaikan harga terdepan di Dongguan, Hangzhou, dan Jinhua.

Kota Liaocheng dan Dezhou di Provinsi Shandong timur mengalami penurunan harga bulanan terbesar.

"Pertumbuhan harga rumah yang lebih lambat menunjukkan efek dari pengetatan kebijakan di beberapa kota telah dimulai," kata Cao Jingjing, direktur penelitian CIA.

"Sementara itu, beberapa kota tier-3 dan tier-4 tanpa dukungan ekonomi dan populasi mengalami penurunan harga, karena penurunan permintaan setelah lonjakan awal pembelian."

Dalam skala tahunan, harga rumah baru naik 3,63 persen di November, dibandingkan dengan kenaikan 3,52 persen pada Oktober.

Penjualan tanah berdasarkan volume turun 27 persen pada November dari Oktober, sementara harga transaksi rata-rata per meter persegi naik 18 persen, dipimpin oleh harga tanah yang lebih tinggi di kota-kota tier-1.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bisnis properti

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top