Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapan ya, Konsumsi Listrik Tumbuh Kembali?

Konsumsi listrik hingga Oktober 2020 mengalami penurunan 2,37 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  18:58 WIB
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pascatsunami Selat Sunda di jalan raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pascatsunami Selat Sunda di jalan raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan konsumsi listrik diperkirakan pulih kembali sepenuhnya pada 2022.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik nasional pada 2019 telah mencapai 243 TWh (Terrawatt hour).

Akibat pandemi Covid-19, konsumsi listrik mengalami penurunan. Untuk mencapai level pertumbuhan konsumsi listrik yang sama pada 2019, diperkirakan membutuhkan waktu 2 tahun.

"Pada 2019 kita sudah ada 243 TWh konsumsi kita. Akibat pandemi Covid-19, maka diproyeksikan baru akan [pulih] kembali lagi sekitar 2022," ujar Jisman dalam sebuah webinar, Selasa (1/12/2020).

Dengan kondisi ini, Kementerian ESDM memperkirakan ada penyesuaian rencana penambahan pembangkit dan penyesuaian jadwal operasi pembangkit dalam revisi rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PT PLN (Persero).

Jisman mengungkapkan bahwa lembaganya tengah membahas secara intensif draf RUPTL 2021—2030. Draf tersebut diharapkan dapat diterbitkan pada akhir Desember 2020.

"Di RUPTL 2019—2028, kita akan bangun pembangkit 56,4 GW. Kemungkinan di RUPTL ke depan akan berkurang dan beberapa pembangkit akan mundur. Saya belum bisa sampaikan berkurang berapa, tapi cukup signifikan hitung-hitungan kami," katanya.

Konsumsi listrik hingga Oktober 2020 mengalami penurunan 2,37 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan konsumsi terbesar terutama terjadi di wilayah Bali yang turun hingga 21,21 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik konsumsi listrik
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top