Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Organda: Penumpang Belum Tahu, Naik Bus Tak Butuh Syarat Rumit

Organda menilai banyak penumpang yang masih belum tahu bahwa saat ini syarat naik bus sudah tidak serumit saat penerapan PSBB total.
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Operator angkutan darat berharap pada Libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) 2020 dapat meningkatkan kinerja angkutannya. Namun, tetap membutuhkan dorongan dari pemerintah untuk menegaskan jalur darat sudah menerapkan protokol kesehatan ketat.

Ketua Bidang Angkutan Penumpang Organda Kurnia Lesani Adnan menuturkan sebenarnya panjangnya hari libur cukup berpengaruh terhadap kesempatan para operator angkutan darat dapat meraih jumlah penumpang yang lebih.

"Untuk masa pandemi ini sekalipun hari liburnya panjang tetapi pemerintahnya tidak dan belum menegaskan dan menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan transportasi umum darat juga belum menginformasikan kalau persyaratan perjalanan tidak seperti waktu PSBB total tidak akan berimbas maksimal juga terhadap angkutan umum darat," jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (25/11/2020).

Dia menyebut bersama beberapa rekan operator bus di Malang sempat melakukan survei kecil di terminal Arjosari. Dia menyebut calon penumpang banyak yang baru tahu kalau perjalanan dengan bus dari terminal itu tidak serumit yang sebelumnya ketika ada rapid test hingga SIKM Jakarta.

Saat ini, calon penumpang tidak memerlukan dokumen-dokumen yang memberatkan, tetapi cukup dengan penerapan protokol kesehatan 3M serta pastinya bepergian dalam keadaan sehat.

"Ini membuktikan stigma di masyarakat kalau mau naik angkutan dari terminal itu khawatir dengan persyaratan ini itu dan mereka lebih memilih angkutan yang di luar terminal seperti angkutan door to door yang banyak di layani oleh minibus pribadi ilegal," urainya.

Menurutnya, apapun yang dilakukan oleh pengusaha otobus kalau masyarakatnya sendiri tidak percaya dan tidak diyakinkan oleh pemerintah akan percuma saja.

Dari sisi operator angkutan darat terangnya, sudah meningkatkan pengawasan penerapan 3M dan Imun, Iman, Aman pada awak kendaraan dan kendaraannya sendiri.

"Sejauh ini awak kendaraan hampir tidak ada yang terpapar Covid-19, karena masing-masing manajemen operator mengawasi lebih ketat untuk penerapan standar kesehatan penumpang selama dalam perjalanan," urainya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper