Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

World Economic Forum, Indonesia Akan Jajaki 6 Kerja Sama Prioritas

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan bahwa setidaknya terdapat dua topik utama yang akan disampaikan Indonesia dalam forum tersebut.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 November 2020  |  15:37 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar
Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia akan memanfaatkan agenda World Economic Forum pada Rabu (25/11/2020) untuk menjajaki setidaknya 6 prioritas kerja sama dalam penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan bahwa setidaknya terdapat dua topik utama yang akan disampaikan Indonesia dalam forum tersebut pada dua hari mendatang.

Pertama, langkah dan progres Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kedua, kebijakan strategis terkait pemulihan ekonomi atau percepatan pemulihan ekonomi Tanah Air.

“Secara khusus ada pesan tambahan yang ingin disampaikan terkait dengan langkah pemerintah ingin memperbaiki secara menyeluruh iklim investasi dan kondisi yang ada dalam sektor kesehatan,” katanya saat media briefing virtual, Senin (23/11/2020).

Dia menerangkan, terdapat sejumlah sektor yang akan menjadi pembahasan dan prioritas dalam forum ekonomi dunia itu. Sektor pertama, kesehatan, mulai dari industri farmasi, jasa kesehatan, hingga alat kesehatan.

Belajar dari pandemi saat ini, Indonesia dinilai harus mampu memperbaiki sektor kesehatan. Dari kasus Covid-19 juga, beberapa langkah disebut telah dilakukan Indonesia dan Internasional termasuk ketersediaan obat, alat kesehatan hingga akses dan produksi vaksin.

“Terlihat betul bahwa dengan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan kita bisa bangun, dan ini momentum yang ingin dilanjutkan ke depan. Juga produsen bahan baku obat yang relatif saat ini masih tidak memadai dibandingkan dengan kebutuhan indonesia sendiri,” terangnya.

Sektor kedua, terkait dengan digital seperti komunikasi, informasi dan teknologi digital. Selama pandemi digitalisasi memegang peran penting meredam kemerosotan ekonomi lebih dalam.

Industri digital kata dia juga menawarkan pelbagai solusi yang dapat mengurangi keterpurukan ekonomi dan mempercepat pemakaian pengguna serta kebutuhan infrastruktur berbasis digital.

Sementara itu, Mahendra menjelaskan prioritas ketiga adalah pemerintah akan tetap menjajaki kerja sama di bidang manufaktur. Pasalnya selama pandemi, sejumlah industri melakukan diversifikasi lokasi basis produksi untuk memperkuat jaringan serta mengurangi risiko kerugian lebih besar di basis inti.

“Kita siap menjadi bagian penting dalam relokasi industri tadi juga dengan diterbitkannya Omnibus Law,” terang Mahendra.

Keempat adalah investasi dan pembangunan infrastruktur. Pemerintah masih menjadikan investasi dan infrastruktur sebagai prioritas pembangunan selama pandemi. Kata Mahendra, ketersediaan infrastruktur yang baik akan menjadikan basis pembangunan menjadi lebih baik.

Prioritas kelima adalah peningkatan nilai tambah dari industri berbasis sumber daya baik mineral maupun alam termasuk pertanian dan perikanan. Bagi dunia internasional, Indonesia terangnya, dikenal sebagai eksportir dan penghasil berbasis sumber daya alam terbesar.

“Sudah ada beberapa contoh yang dapat diketengahkan bahwa ini dapat menjadi suatu kesempatan pada para pengusaha lebih banyak lagi di indonesia,” tuturnya.

Terakhir, pemerintah juga akan menjadikan energi terbarukan dan green growth sebagai prioritas kerja sama. Menurutnya renewable energy adalah sektor yang terus didorong untuk dikembangkan.

Selain itu, green growth terus digenjot mulai dari pengelolaan limbah menjadi energi maupun hasil lainnya, perbaikan mangrove hingga langkah lainnya yang mampu menekan tingkat deforestasi hutan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu World Economic Forum
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top