Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Ini Cari Duit Rp71 Triliun Buat Investasi di Asia

Blackstone mulai menawarkan entitas baru kepada calon investor untuk melipatgandakan investasi di Asia. Pada 2018, Blackstone sudah merilis Asia Fund I senilai US$2,3 miliar. Asia dipilih sebagia destinasi penanaman modal karena dinilai mengalami pemulihan dari pandemi lebih cepat dari negara lain.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 23 November 2020  |  00:04 WIB
Logo perusahaan manajer investasi Blackstone. Perusahaan ini disebtu tengah mencari dana dari investor sedikitnya US5 miliar atau Rp71 triliun untuk investasi lanjutan di Asia. - Blackstone
Logo perusahaan manajer investasi Blackstone. Perusahaan ini disebtu tengah mencari dana dari investor sedikitnya US5 miliar atau Rp71 triliun untuk investasi lanjutan di Asia. - Blackstone

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan manajer investasi Blackstone Group Inc tengah mengumpulkan dana sekitar US$ 5 miliar atau setara Rp71 triliun (Kurs Rp14.225) untuk investasi lanjutan di Asia.

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (22/11/2020), Blackstone mulai menawarkan entitas baru kepada calon investor untuk melipatgandakan investasi di Asia, ujar sumber Bloomberg yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Blackstone dapat meningkatkan entitas barunya, tergantung pada tingkat permintaan dalam beberapa bulan mendatang, kata sumber tersebut. Perwakilan Blackstone tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja reguler di Hong Kong.

Pada 2018, Blackstone menghimpun dana US$2,3 miliar dari para investor untuk investasi ke sejumlah portofolio di Asia. Presiden Blackstone Jon Grey berjanji bakal menggenjot proporsi investasi di Asia yang pada dua tahun lalu di bawah 10 persen.

Dilansir dari laman resmi Blackstone, total dana kelolaan atau asset under management mencapai US$548 miliar. Jumlah ini terdiri dari segmen real estat, private equity, hedge fund solution, dan credit & insurance.

Blackstone bergabung dengan KKR & Co, yang sedang dalam proses mengumpulkan setidaknya US$12,5 miliar untuk Dana Asia berikutnya. TPG, Warburg Pincus dan Baring Private Equity Asia juga telah mengumpulkan sejumlah dana besar dalam beberapa tahun terakhir untuk ditanam di Asia.

Blackstone mengincar investasi di ASia karena kawasan ini mengalami pemulihan dari pandemi yang lebih cepat dibandingkan dengan negara lain di dunia.

Saat ini, portofolio aset Blackstone berada di industri konsumen, perawatan kesehatan, dan teknologi telah diuntungkan akibat peralihan ke konsumen online dan peningkatan permintaan untuk layanan medis.

Pada bulan Agustus, Blackstone setuju untuk membeli bisnis obat  Takeda Pharmaceutical Co. seharga 242 miliar yen atau setara US$2,3 miliar, akuisisi saham swasta terbesar di Jepang.

Tahun lalu, Blackstone berinvestasi pada pemberi pinjaman hipotek India Aadhar Housing Finance Ltd. dan distributor farmasi Korea Selatan Geo-Young.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Bursa Asia

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top