Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Buka Lelang Proyek Konversi PLTD Awal Tahun Depan

PLN berencana mengonversi 5.200 unit pembangkit dieselnya yang tersebar di 2.130 lokasi di seluruh Indonesia dengan EBT.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 November 2020  |  17:52 WIB
Pekerja melintas di depan tempat penguapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya,  di Nagan Raya, Aceh, Senin (28/9/2020). PLTU Nagan Raya memproduksi sekitar 220 Megawatt yang didistribusikan ke sejumlah unit transmisi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di seluruh Aceh. ANTARA FOTO - Irwansyah Putra
Pekerja melintas di depan tempat penguapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, di Nagan Raya, Aceh, Senin (28/9/2020). PLTU Nagan Raya memproduksi sekitar 220 Megawatt yang didistribusikan ke sejumlah unit transmisi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di seluruh Aceh. ANTARA FOTO - Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) akan mencari mitra badan usaha swasta untuk mengonversi 5.200 unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Mega Proyek PLN Ikhsan Asaad mengatakan bahwa saat ini perseroan tengah menyiapkan proses lelang dan diperkirakan lelang akan dibuka pada awal tahun depan.

"Kami ajak swasta, kami enggak mungkin sendiri. Kami buka peluang kerja sama dengan IPP [independent power producer], dengan private silahkan. Mungkin awal Januari kami sudah buka tendernya," ujar Ikhsan dalam acara Virtual The 9th Indonesia EBTKE ConEx 2020, Senin (23/11/2020).

PLN berencana mengonversi 5.200 unit pembangkit dieselnya yang tersebar di 2.130 lokasi di seluruh Indonesia dengan EBT. Total pembangkit yang dikonversi mencapai 2 gigawatt (GW). Program konversi ini menjadi program prioritas perseroan dalam mengakselerasi pemanfaatan EBT.

Ikhsan menuturkan, selama ini penggunaan PLTD di daerah-daerah terpencil memakan biaya produksi yang sangat tinggi dan membuat sejumlah daerah tidak bisa teraliri listrik selama 24 jam.

Konversi PLTD nantinya diharapkan dapat mengurangi biaya pokok penyediaan (BPP ) listrik PLN, sekaligus membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBm).

"Masih banyak daerah nyala listrik hanya 6-12 jam. Ini yang perlu kami akselerasi. Selain mengurangi BPP PLN, mengurangi impor BBM, bisa membuat ekonomi masyarakat tumbuh. Banyak potensi pariwisata, perikanan, cold storage, tidak bisa nyala karena enggak ada listrik. Ini jadi prioritas kami," katanya.

Adapun proses konversi akan dibagi menjadi tiga tahapan. Pada tahap pertama PLN akan mengkonversi sebanyak 200 lokasi PLTD dengan kapasitas 225 MW.

Sementara itu, pada tahap kedua konversi PLTD yang dilakukan dengan kapasitas 500 MW, serta pada tahap ketiga dengan kapasitas 1.300 MW.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana mengatakan dalam proyek konversi PTLD ini badan usaha swasta akan dilibatkan untuk proses pembangunan pembangkit dan tidak menutup kemungkinan hingga pengelolaannya.

"Eksekusi oleh PLN. PLN nanti libatkan badan usaha, termasuk mungkin pengadaan untuk bangun. Tapi untuk daerah kecil, baiknya sampai ke pengelolaannya atas nama PLN. Jadi wilayah usahanya tidak dibuka, tetap wilayah PLN tapi di lapangan PLN kerja sama. Asetnya, belum tahu apa nanti PLN sewa atau bagaimana," kata Dadan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN energi baru terbarukan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top