Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kolaborasi Ritel dan UMKM Bisa Selamatkan Bisnis

Kolaborasi tersebut bisa dilakukan dengan memberi ruang yang memungkinkan pelaku UMKM memasarkan produk dengan pasar internasional
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 20 November 2020  |  06:20 WIB
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kolaborasi antara sektor ritel dan UMKM dalam memperluas akses pasar dipandang bisa menjadi katalis pemulihan bisnis dua usaha yang sama-sama terkontraksi selama pandemi Covid-19.

Head of FMCG Business Unit of JD.ID Edu Imaduddin mengemukakan bahwa kolaborasi tersebut bisa dilakukan dengan memberi ruang yang memungkinkan pelaku UMKM memasarkan produk dengan pasar internasional. Dia mengatakan hal ini telah dilakukan JD.ID dengan model bisnis borderless retailing.

“JD.ID memberi layanan lintas perbatasan yang memungkinkan pelaku UMKM memperoleh akses ke pasar yang lebih luas, contohnya akses ke konsumen di platform JD.COM [induk JD.ID] yang mencakup pasar China, Thailand, dan Malaysia,” kata Edu dalam webinar Retailers Role in SMEs Access into Global Value Chain, Kamis (19/11/2020).

Edu mengatakan akses pasar di negara-negara tersebut memiliki keuntungan tersendiri bagi produk Indonesia karena telah terjalin kesepakatan perdagangan bebas. Dengan demikian, barang Indonesia pun tidak diganjar dengan bea masuk yang tinggi.

“Hal ini sekaligus menjadi momentum bagi UMKM Indonesia untuk melakukan pengetesan pasar,” kata Edu.

Sementara itu, Chief Merchandising Officer Matahari Department Store Rachel Stack mengatakan bahwa pelaku UMKM memiliki peluang yang besar untuk menembus pasar ekspor setelah pasar domestik memperlihatkan pemulihan dalam beberapa bulan terakhir.

Rachel mengatakan 35 persen pemasok produk yang dipasarkan oleh Matahari merupakan produsen lokal di mana sekitar 300 di antaranya berskala UMKM. Adapun dari 65 persen pemasok berskala CV, Rachel mengatakan 50 sampai 60 persen merupakan brand lokal dengan potensi ekspor.

“Saya melihat prospek pemulihan ekonomi Indonesia cukup menjanjikan karena kami menyaksikan kunjungan ke toko yang mulai membaik. Kami menyadari bahwa konsumen Indonesia cukup resilient dan ini adalah hal yang baik,” kata Rachel.

Menghadapi pemulihan ekonomi, Rachel mengatakan ritel dan UMKM dapat mulai menyisir potensi produk dengan konsumsi yang pulih dengan cepat.

Dia mencatat ada potensi permintaan untuk pakaian anak yang meningkat usai riset internal memperlihatkan adanya kenaikan tingkat kelahiran selama pandemi. Selain itu, produk-produk olahraga dan keperluan pribadi yang menyangkut kesehatan dan kebersihan pun berpeluang memperoleh permintaan yang terus positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm ritel modern
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top