Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

APEC: Pariwisata Butuh Waktu Paling Lama untuk Pulih

Pariwisata menjadi salah satu isu yang diperhatikan APEC karena sektor tersebut mampu mengurangi kemiskinan dengan menciptakan berbagai jenis lahan pekerjaan bagi banyak orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 November 2020  |  22:57 WIB
Seniman menghibur wisatawan di atas kapal Sea Safari Cruise 9 yang berlayar di perairan Benoa, Bali. - Antara/Fikri Yusuf
Seniman menghibur wisatawan di atas kapal Sea Safari Cruise 9 yang berlayar di perairan Benoa, Bali. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Industri Pariwisata diprediksi menjadi sektor ekonomi yang paling lama pulih setelah negara-negara di dunia berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

Proyeksi tersebut dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Sekretariat APEC Rebecca Sta Maria, dilansir dari Antara, Rabu (18/11/2020).

"Kami menyadari pariwisata jadi salah satu sektor yang paling terdampak dan menimbang berbagai kemungkinan yang ada. Pariwisata kemungkinan akan menjadi yang paling terakhir pulih," katanya.

Untuk mendorong pemulihan industri pariwisata, ujar Rebecca, APEC membentuk kelompok kerja khusus yang melibatkan para ahli dan praktisi untuk merancang strategi memulihkan pariwisata di negara-negara anggota APEC.

"Kelompok kerja ini telah bertemu beberapa kali dan ada banyak inisiatif yang telah dibicarakan. Fokusnya adalah bagaimana kita membangun dan meningkatkan kapasitas para pelaku usaha di masa sulit ini," jelasnya.

Pembangunan kapasitas yang ia sebut itu merujuk pada pengenalan cara-cara berusaha yang aman kepada para pelaku pariwisata, termasuk mengenalkan protokol kesehatan di tempat-tempat penginapan dan tujuan wisata.

"Kami juga menyiapkan panduan cara-cara baru berinteraksi dengan wisatawan," ujar Rebecca.

Tak jauh berbeda, Direktur Kebijakan Sekretariat APEC, Denis Hew mengungkapkan pariwisata menjadi salah satu isu yang diperhatikan APEC karena sektor tersebut diyakini mampu mengurangi kemiskinan dengan menciptakan berbagai jenis lahan pekerjaan bagi banyak orang.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor yang positif dapat mengurangi kemiskinan di banyak negara. Selama pandemi ini, ada banyak sumber pendapatan yang hilang, dan itu tidak hanya mempengaruhi pariwisata tetapi industri lainnnya. Jadi, tentu kami mendukung jika pariwisata dapat segera pulih dan beroperasi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hew turut menyebut bidang usaha digital atau yang melibatkan penggunaan aplikasi digital akan menjadi kegiatan ekonomi yang cepat pulih setelah Covid-19 terkendali.

"Kita telah melihat beberapa sektor usaha yang mulai pulih, khususnya kegiatan ekonomi yang terkait ekonomi digital. Kita saat ini melihat banyak orang menggunakan perangkat digital untuk bertemu, berdiskusi, dan berbelanja kebutuhan pokok," tambah dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata apec Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top