Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erick Thohir: Yang Lagi Hot di Bursa itu Saham BUMN. Investor Kejar Ini

saham BUMN farmasi sedang dikejar. Beberapa di antaranya adalah PT Bio Farma (Persero) dan PT Kimia Farma Tbk.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 November 2020  |  22:22 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transformasi lembaganya meningkat. Terlihat dari berbagai saham perusahaan pelat merah berada di jalur positif.

“Yang lagi hot di bursa itu saham-saham BUMN. Ada 19,7 persen peningkatan saham BUMN dibandingkan saham lainnya. Bahkan dibandingkan saham LQ45 kenaikannya hanya 10 persen,” katanya pada diskusi di televisi, Selasa (17/11/2020).

Erick menjelaskan bahwa jika dilihat lebih jauh, saham BUMN farmasi sedang dikejar. Beberapa di antaranya adalah PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk.

Meski dua perusahaan tersebut tengah naik daun di tengah Covid-19, Erick mau korporasi tersebut tetap berada pada peta jalan atau roadmap yang telah dibuat.

Kimia Farma harus fokus pada pembuatan pembuatan obat kimia. Dengan begitu Indonesia tidak bergantung impor sehingga produknya berkelanjutan.

Sementara itu, Indofarma terus mengembangkan obat herbal. Melihat industri obat kimia yang melaju cepat, obat alami tidak boleh tertinggal agar tidak punah.

“Itu kenapa kita fokus pada transformasi roadmap. Kita punya target yang kuat dan implemetasi yang jelas. Juga tidak cuma wacana,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN rekomendasi saham erick thohir
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top