Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PHK Massal di Industri Penerbangan, IATA Desak Intervensi Pemerintah

Permintaan IATA dan ITF kepada pemerintah mencakup memberikan dukungan keuangan yang berkelanjutan untuk industri penerbangan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 November 2020  |  17:58 WIB
Ilustrasi pesawat Cathay Dragon. - philippineflightnetrwork.com
Ilustrasi pesawat Cathay Dragon. - philippineflightnetrwork.com

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dan Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF) menyerukan intervensi pemerintah global untuk mencegah bencana ketenagakerjaan di industri penerbangan.

Perkiraan dari Air Transport Action Group menunjukkan sekitar 4,8 juta pekerjaan pekerja penerbangan mengalami resiko akibat penurunan permintaan perjalanan udara lebih dari 75 persen.

Dampak dari pembatasan perbatasan dan tindakan karantina terkait Covid-19 telah secara efektif menutup industri penerbangan, melarang penerbangan pesawat, dan membuat infrastruktur dan kapasitas produksi pesawat menganggur.

Permintaan IATA dan ITF kepada pemerintah mencakup memberikan dukungan keuangan yang berkelanjutan untuk industri penerbangan.

“Selain itu membuka kembali perbatasan dengan aman tanpa karantina dengan menerapkan sistem pengujian Covid-19 pra-keberangkatan yang diselaraskan secara global,” kata CEO IATA Alexandre de Juniac, dikutip dari rilisnya, Kamis (12/11/2020).

Industri penerbangan, kata dia, sedang menghadapi bencana ketenagakerjaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Maskapai telah memotong biaya sampai ke tulang, tetapi hanya memiliki 8,5 bulan uang tunai yang tersisa dalam kondisi saat ini.

Alexander mengemukakan puluhan ribu pekerjaan telah hilang akibat Covid-19. Jika pemerintah tidak memberikan lebih banyak stimulus keuangan, maka kemungkinan besar jumlah pemutusan hubungan kerja akan meningkat menjadi ratusan ribu.

“Namun yang lebih penting, pemerintah perlu bekerja sama untuk membuka kembali perbatasan dengan aman. Itu berarti menerapkan skema global untuk menguji penumpang untuk Covid-19. Dengan adanya itu, karantina dapat dihapus dan penumpang dapat terbang kembali, ”tekannya.

Dia menyampaikan industri penerbangan global berada dalam kondisi krisis yang berkepanjangan. Pada akhir tahun, hampir 80 persen skema penggantian upah akan habis. Tanpa intervensi segera dari pemerintah, ungkapnya, dunia menyaksikan krisis pekerjaan terbesar yang pernah dialami industri ini.

Namun, lanjutnya, krisis pekerjaan yang sangat besar ini dapat dihindari dengan strategi terkoordinasi yang jelas yang dibangun di atas bantuan, pemulihan, dan reformasi.

Sementara itu Sekretaris Jenderal ITF Stephen Cotton mengatakan pekerja penerbangan dunia menyerukan kepada pemerintah untuk bertindak dengan cepat melalui pemberian stimulus finansial demi pemulihan industri dalam jangka panjang.

Jika pemerintah gagal bertindak dan mendukung penerbangan, maka hal itu tidak hanya akan merugikan industri, tetapi dampaknya akan sangat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Selain membuka kembali batas dengan pengujian dan dukungan keuangan, organisasi tersebut juga meminta pemerintah mengembangkan peta jalan pemulihan industri jangka panjang termasuk investasi dalam pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Dia mengemukakan kemampuan dan kecepatan pemulihan negara-negara dari Covid-19, terkait erat dengan pemulihan konektivitas udara global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan phk Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top