Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Proyeksi Kuartal III Meleset, Menkeu 'Kekeuh' Tak Ubah Proyeksi Ekonomi 2020

Meski masih ada yang negatif, tanda-tanda pemulihan menunjukkan arah yang lebih solid. Ini tentu menjadi optimisme bersama dalam pemulihan nasional. Oleh karena itu, Sri Mulyani tetap di proyeksi yang sama antara minus 0,6 persen hinggga minus 1,7 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 November 2020  |  12:09 WIB
Sejumlah warga menunggu kedatangan Bus Transjakarta di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Sejumlah warga menunggu kedatangan Bus Transjakarta di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 mengalami kontraksi 3,49 persen secara tahunan. Laju tersebut meleset dari proyeksi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berkisar antara minus 2,9 persen sampai minus 1 persen.

Namun, jika dilihat secara tiga bulanan, ekonomi Indonesia di kuartal III/2020 tumbuh 5 persen dari kuartal sebelumnya. Sejalan dengan ini, negara-negara di dunia pun mengalami tren positif.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kenaikan ini menjadikan sebuah optimisme. Akan tetapi, dia menilai semua pihak harus hati-hati dan jangan terlena karena gelombang kedua Covid-19 terjadi di negara maju

“Ini menimbulkan kompleksitas dari sisi policy. Karena masyarakat sudah cukup panjang, lelah, dan ekonominya mengalami tekanan. Sehingga saat mengalami second wave, maka kemampuan tangani Covid-19 sangat berbeda saat gelombang pertama. Ini yang harus diwaspadai,” katanya dalam diskusi sambutan virtual, Selasa (10/11/2020).

Sri menjelaskan bahwa dibandingkan dengan negara lain, Indonesia dan negara Asia relatif lebih baik dari sisi jumlah kasus Covid-19 dan dampaknya pada ekonomi. Berbagai sektor yang terdampak pandemi pun mulai terlihat pemulihan.

Meski masih ada yang negatif, tanda-tanda pemulihan menunjukkan arah yang lebih solid. Ini tentu menjadi optimisme bersama dalam pemulihan nasional.

“Dengan itu, maka kita melihat pertumbuan perekonomian dari Kemenkeu tetap di proyeksi yang sama antara minus 0,6 persen hinggga minus 1,7 persen. Dan berbagai institusi yang lain memproyeksikan ekonomi Indonesia ada di kisaran minus 1 hingga minus 1,5 persen,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Resesi pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top