Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Lesu, Indef Bilang Bansos Tunai Perlu Ditambah hingga Rp1,5 Juta per Keluarga

Indef juga berharap adanya perubahan skema bansos. Pemerintah harus fokus pada 20 persen masyarakat kelompok terbawah.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 November 2020  |  08:28 WIB
Ekonomi Lesu, Indef Bilang Bansos Tunai Perlu Ditambah hingga Rp1,5 Juta per Keluarga
Pekerja pabrik pulang seusai bekerja di salah satu pabrik makanan di Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,49 persen. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pemerintah yaitu antara minus 2,9 persen hingga minus 1 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad melihat fakta pertumbuhan ekonomi yang ada seharusnya menjadi tanda-tanda bagi pemerintah untuk lebih realistis dan optimistis.

“Bagi saya apakah memang pemulihan ekonomi dimulai atau tidak jadi. Itu pertanyaan menarik dan tentu saja jadi catatan bagi kita untuk menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan,” katanya melalui diskusi virtual, Minggu (9/10/2020).

Dilihat dari sumber pertumbuhan yaitu minus 3,49 persen, konsumsi rumah tangga menyumbang minus 2,17 persen dan investasi minus 2,11 persen. Padahal bantuan sosial (bansos) jor-joran diberikan untuk menjaga daya beli.

Program melalui pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu telah menyerap 176,38 triliun dari pagu 203,9 triliun. Tauhid mempertanyakan apakah bansos efektif. Karena kenyataannya masyarakat tidak mampu memenuhi kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, dia meminta perlu ada perubahan skema bansos. Pemerintah harus fokus pada 20 persen masyarakat kelompok terbawah.

“Dengan penambahan bantuan hingga Rp1,5 juta per rumah tangga dan skema full bantuan tunai,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantuan sosial pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top