Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DATA BPS: Kenaikan Daya Beli masih Semu, Orang Kaya Tahan Belanja

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan inflasi inti terjadi dipicu oleh kenaikan harga nasi dan lauk pauk. Namun, kenaikan ini diredam oleh harga emas yang mengalami penurunan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 02 November 2020  |  11:43 WIB
DATA BPS: Kenaikan Daya Beli masih Semu, Orang Kaya Tahan Belanja
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan penjelasan di sela-sela sosialisasi Satu Data Indonesia Menuju Revolusi Industri 4.0 di Jakarta, Senin (26/11/2018). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pelemahan inflasi inti semakin menjadi di bulan Oktober, meskipun indeks harga konsumen berbalik inflasi. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi inti pada Oktober mencapai 0,04 persen dengan sumbangan ke inflasi 0,03 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan inflasi inti terjadi dipicu oleh kenaikan harga nasi dan lauk pauk.

"Tetapi di sisi lain ada penurunan harga emas perhiasan yang memberikan andil ke deflasi," kata Suhariyanto dalam rilis BPS, Senin (2/11/2020).

Kendati demikian, Suhariyanto mengakui adanya penurunan daya beli di 40 persen kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah.

"Biasanya inflasi inti digunakan sebagai indikator daya beli, tap behavior masyarakat agak berbeda, 40 persen ke bawah karena terdampak Covid-19, banyak yang dirumahkan dan mengalami penurunan upah," ungkapnya. Sementara itu, dia melihat kelompok masyarakat menengah atas diduga masih menahan konsumsi. 

Dia menegaskan hal ini akan terlihat dalam rilis PDB Indonesia kuartal III/2020 pada 5 November 2020. 

Lebih lanjut, dia melihat inflasi inti tahunan sebesar 1,74 persen persen pada bulan Oktober ini lebih rendah dari posisi tahun lalu dan tahun 2019. Namun, posisi ini meningkat dari bulan September sebesar 1,32 persen.

Sementara itu, harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi dipicu oleh penurunan tarif angkutan udara dan tarif listrik yang andilnya masing-masing 0,03 persen dan 0,01 persen.

Adapun, harga barang bergejolak tercatat megalami inflasi 0,4 persen dan sumbangannya ke inflasi sebesar 0,07 persen. Kepala BPS menegaskan inflasi harga bergejolak ini disebabkan oleh peningkatan harga cabai merah, bawang merah dan minyak goreng.

Dengan demikian, inflasi Oktober ini lebih disumbang oleh harga bergejolak atau volatile price dari tiga komoditas pangan di atas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini bps inflasi inti
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top