Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Target Produksi Batu Bara Tahun Depan Dinilai Terlalu Optimistis

Menurut pemerintah, ada faktor ketidakpastian yang membayangi pasar batu bara global hingga tahun depan akibat pandemi Covid-19. Pulihnya permintaan batu bara akan sangat bergantung pada bagaimana negara-negara importir mengendalikan penyebaran Covid-19.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  18:19 WIB
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal induk dengan floating crane. - indikaenergy.co.id
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal induk dengan floating crane. - indikaenergy.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan produksi batu bara dalam negeri berada pada level 609 juta ton pada 2021.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai target tersebut terlalu optimistis. Hal ini mengingat kondisi permintaan batu bara global masih lemah.

"Nampaknya terlalu optimistis karena pasar, mungkin demand belum akan membaik," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Menurutnya, masih ada faktor ketidakpastian yang membayangi pasar batu bara global hingga tahun depan akibat pandemi Covid-19. Pulihnya permintaan batu bara akan sangat bergantung pada bagaimana negara-negara importir batu bara mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.

Dia khawatir tinggi produksi batu bara di tengah permintaan yang melemah akan semakin menekan harga batu bara di pasaran.

"Ke depan kami melihat, jika produksi masih tinggi. Ini berarti potensi harga makin tertekan makin besar. Demand akan recover pasti, tapi mungkin sulit untuk bisa kembali ke level sebelum pandemi," kata Hendra.

Semenjak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global, harga batu bara acuan (HBA) sempat menguat sebesar 0,28 persen ke angka US$67,08 per ton pada Maret 2020 dibandingkan Februari 2020 yang dipatok US$66,89 per ton.

Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka US$65,77 per ton pada April dan US$61,11 per ton pada Mei. Selanjutnya, pada Juni 2020, HBA turun ke angka US$52,98 per ton, Juli US$52,16 per ton, Agustus USD50,34 per ton, dan September menjadi US$49,42 per ton.

Pada Oktober 2020, HBA sedikit mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen dibandingkan HBA September 2020 menjadi US$51,00 per ton.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) belum menetapkan proyeksi produksi batu bara tahun depan. Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C mengatakan bahwa perseroan masih memantau perkembangan pasar global.

"Untuk proyeksi produksi batu bara tahun depan, saat ini kami masih melakukan kalkulasi dengan mempertimbangkan kondisi market global," kata Apollonius ketika dihubungi Bisnis, belum lama ini.

Dia juga berharap kenaikan HBA pada Oktober dapat menjadi sinyalemen yang baik untuk peningkatan harga pada periode-periode selanjutnya.

"Pemicu kenaikan harga ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan demand dari China. Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini otoritas di negeri tirai bambu merilis kebijakan untuk melonggarkan kebijakan impor yang beberapa bulan ke belakang dilakukan pembatasan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa volume produksi batu bara tahun depan diproyeksi mencapai 609 juta ton dengan kebutuhan domestic market obligation (DMO) diperkirakan meningkat menjadi 168,13 juta ton.

Tahun ini, produksi batu bara ditargetkan mencapai 550 juta ton dengan kebutuhan DMO sebesar 155 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara kementerian esdm produksi batu bara
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top