Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal III/2020, PLN Raup Penjualan Setrum Rp205,1 Triliun

Pada kuartal III/2020, PT PLN (Persero) mampu membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 181.638 GWh atau tumbuh 0,6 persen dibandingkan kuartal III/2019 yang mencapai 180.570.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  17:10 WIB
Pekerja beraktifitas di laboratorium pengujian peralatan listrik di PLN Pusat Standarisasi di Jakarta, Rabu (22/7/2020). PLN selalu menjaga standar dan kualitas dari pasokan listrik kepada masyarakat dengan selalu melakukan pengujian terhadap instalasi kelistrikan, kWh meter, dan seluruh peralatan listrik sesuai standar yang berlaku sebelum di pasang. Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktifitas di laboratorium pengujian peralatan listrik di PLN Pusat Standarisasi di Jakarta, Rabu (22/7/2020). PLN selalu menjaga standar dan kualitas dari pasokan listrik kepada masyarakat dengan selalu melakukan pengujian terhadap instalasi kelistrikan, kWh meter, dan seluruh peralatan listrik sesuai standar yang berlaku sebelum di pasang. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA--Pada kuartal III/2020, PT PLN (Persero) mampu membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 181.638 GWh atau tumbuh 0,6 persen dibandingkan kuartal III/2019 yang mencapai 180.570.

Dengan kenaikan tersebut, penjualan tenaga listrik PLN sampai dengan September 2020 mencapai sebesar Rp205,1 triliun. Angka tersebut naik 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp202,7 triliun. Semua ini diperoleh dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak 2017.

"Secara keseluruhan perseroan mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp212,2 triliun, meningkat sebesar 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp209,3 triliun," ujar Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi melalui siaran pers, Selasa (27/10/2020).

Peningkatan penjualan tenaga listrik didorong adanya pertambahan pelanggan perseroan menjadi 77,9 juta hingga 30 September 2020 atau meningkat 3,4 juta pelanggan dibandingkan dengan posisi 30 September 2019 sebesar 74,5 juta pelanggan. Peningkatan penjualan listrik pada sektor rumah tangga dan industri pertanian, serta industri UMKM ikut mendorong pertumbuhan penjualan yang positif.

Adapun earnings before interest, tax, depreciation & amortization (EBITDA) perusahaan sampai dengan kuartal III/2020 sebesar Rp55,9 triliun dengan EBITDA margin sebesar 22,5 persen.

Agung menambahkan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti di masa pandemi, perseroan tetap terus melakukan upaya efisiensi biaya usaha. Selama triwulan III/2020, biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik perseroan sebesar Rp1.340 per kWh, lebih rendah Rp48 per kWh atau 3,4 persen dibandingkan BPP di periode yang sama tahun lalu, yakni Rp1.388 per kWh.

Sementara itu, untuk meringankan beban kelompok masyarakat paling terdampak pandemi Covid-19, pemerintah memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik dan keringanan biaya listrik kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA rumah tangga subsidi yang diperpenjang hingga Desember 2020. Sebelumnya, stimulus listrik ini berlaku selama 6 bulan, yaitu April-September 2020.

Selain itu, stimulus juga diberikan dalam bentuk pembebasan biaya abanomen bagi pelanggan golongan sosial, bisnis dan industri sampai dengan 900 VA dan pembebasan rekening minimum (emin) bagi pelanggan PLN golongan sosial, bisnis, dan industri, termasuk layanan khusus dengan daya mulai 1.300 VA yang berlaku mulai dari Juli hingga Desember 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pembangkit listrik
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top