Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei Markplus: Pembangunan Jalan Paling Diapresiasi Masyarakat

Pembangunan terminal dan stasiun kereta api, MRT dan LRT, bandara serta pelabuhan dan tol laut juga dinilai menarik dan bermanfaat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  16:33 WIB
Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang terbagi dalam lima seksi akan beroperasi penuh tahun ini. - JIBI/Tim Jelajah Infrastruktur Kalimantan
Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang terbagi dalam lima seksi akan beroperasi penuh tahun ini. - JIBI/Tim Jelajah Infrastruktur Kalimantan

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot oleh pemerintah mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Pembangunan yang dianggap paling bermanfaat adalah pengembangan jalan tol, jembatan dan jalan umum.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh MarkPlus kepada 102 responden di seluruh Indonesia, sebanyak 99 persen responden setuju dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur perhubungan.

Survei ini melibatkan profil responden didominasi oleh 67 persen pria dan kelompok usia mayoritas yaitu 35 sampai 44 tahun dengan 58 persen domisili di luar Jabodetabek. Sebanyak 99 persen responden setuju dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur perhubungan.

Senior Business Analyst MarkPlus, Inc. Azhari Fauzan mengatakan jalan tol, jembatan, dan jalan umum menjadi pembangunan infrastruktur yang paling banyak diketahui oleh 92 persen responden, dinilai paling menarik sebesar 76,5 persen dan paling bermanfaat bagi masyarakat sebesar 82,4 persen.

Pembangunan terminal dan stasiun kereta api, MRT dan LRT, bandara serta pelabuhan dan tol laut juga dinilai menarik dan bermanfaat.

“Masyarakat menganggap yang paling bermanfaat adalah infrastruktur, jalan, jalan tol dan jembatan sebesar 82,4 persen, kemudian MRT dan LRT 55,9 persen, stasiun dan rel kereta 50 persen, bandara 30,4 persen, dan pembangunan pelabuhan serta tol laut sebesar 24,5 persen,” paparnya, Senin (26/10/2020) dalam diskusi virtual.

Adapun, 68,6 persen responden mengaku puas dengan infrastruktur perhubungan yang ada saat ini, 22,5 persen sangat puas, dan 8,8 persen tidak puas.

Meski mayoritas menyatakan puas, masyarakat menilai seluruh sektor dirasa masih perlu pengembangan khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur darat. Kualitas jalan raya dalam kota menjadi sektor tertinggi yang perlu ditingkatkan sebesar 75,3 persen.

"Diikuti oleh kualitas jalan raya antar kota dan provinsi 65,7 persen, sarana dan prasarana bandara, terminal, stasiun dan pelabuhan sebesar 60,8 persen. Jumlah jalan tol dan sebaran kereta api juga dinilai perlu pengembangan dengan persentase masing-masing  59,8 persen dan 49 persen," katanya.

Dia menyebutkan infrastruktur perhubungan darat menjadi sektor yang paling disorot masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari fungsi infrastruktur tersebut yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya aspek kualitas, protokol kesehatan pada sarana perhubungan juga menjadi sorotan masyarakat. 74,5 persen menilai kedisiplinan penerapan protokol sudah bagus, sedangkan 25,5 persen responden menilai tidak disiplin.

"Jika perbaikan terus dilakukan, nantinya penilaian masyarakat akan semakin positif terhadap sektor infrastruktur di masa pasca pandemi," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur markplus
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top